Breaking News:

Yayasan Adaro Bangun Negeri

Parlihan, Pemuda Dayak Pitap dari Desa Ajung Balangan yang Diam-diam Bergerak

Parlihan berusaha mengabadikan setiap momen adat di desanya karena ia peduli dengan kampung halaman dan adat budaya nenek moyangnya.

Editor: Eka Dinayanti
Yayasan Adaro Bangun Negeri
Parlihan, Penerima Anugerah Pegiat Pendidikan Keaksaraan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Senja itu, beberapa pemuda tengah berkumpul di rumah Harun, salah satu Balian pada komunitas adat Dayak Pitap di Desa Ajung.

Mereka duduk melingkar dengan hikmat mengelilingi berbagai sajian persembahan.

Suasana menjadi sedemikian sakral saat sang Balian membacakan mantra pada sajian persembahan.

Rupanya senja itu dilaksanakan acara Piduduk dan pemuda-pemuda tersebut adalah para peserta “belajar” penuturan ajaran Balian atau biasa disebut Balian muda.

Salah satu lelaki muda yang ada dalam kegiatan itu adalah Parlihan, yang tak lain adalah anak bungsu Harun dan merupakan peserta termuda dari “sekolah” Balian tersebut.

“Acara Piduduk dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang ketika sudah menyelesaikan materi yang dipelajari,” ungkap Parlihan, sambil memperlihatkan foto hasil dokumentasi saat acara tersebut berlangsung.

Parlihan, Penerima Anugerah Pegiat Pendidikan Keaksaraan
Parlihan, Penerima Anugerah Pegiat Pendidikan Keaksaraan (Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Parlihan memang berusaha untuk mengabadikan setiap momen adat apapun yang terjadi di desanya.

Hal ini ia lakukan bukan semata-mata karena ayahnya merupakan Balian, bukan pula karena ia mengenyam pendidikan formal paling tinggi diantara peserta “sekolah” Balian lainnya.

Hal ini dilakukan semata-mata karena ia peduli dengan kampung halaman dan adat budaya nenek moyangnya.

Tak hanya terkait masalah adat, kepedulian Parlihan sangat besar pada hal-hal yang terkait kemajuan masyarakat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved