Berita HST

Sebut Warga HST Banyak ke Rumah Sakit Kandangan, DPRD HST Minta RSHD Barabai Tingkatkan Pelayanan

DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meminta manajemen Rumah Sakit H Damanhuri Barabai (RSHD) agar terus meningkatkan pelayanannya

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/dok
Rumah Sakit H Damanhuri Barabai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) meminta manajemen Rumah Sakit H Damanhuri Barabai (RSHD) agar terus meningkatkan pelayanannya.

Juru bicara panitia Khusus Raperda APBD Perubahan HST 2021, Supian Noor menyebut peningkatan pelayanan disertai inovasi harus dilakukan, jika ingin mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pengguna jasa pelayanan Kesehatan milik pemerintah tersebut.

Menurutnya, saat ini cukup banyak warga HST yang memilih berobat ke rumah sakit lain di Kandangan, termasuk rumah sakit swasta di kabupaten tetangga tersebut.

Hal itu karena menurut warga pelayanannya sangat baik dan memuaskan.

Baca juga: Covid di HST Melonjak, RSHD Barabai Tambah Kapasitas Tempat Perawatan Sampai 34 Bed

Baca juga: Aplikasi APAM RSHD Barabai Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik2021, Ini Keunggulanya

Baca juga: Kunjungi RSHD Barabai, Wabup HST Minta Nakes Ikhlas Layani Masyarakat

" RSHD Barabai harus bisa menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan kepada pasien dan keluarga pasien. Jangan sampai RSHD ditinggalkan masyarakat,”kata Supian.  

Supian juga meminta pihak manajemen membuat inovasi pelayanan lainnya. Selain melayani pasien BPJS, bisa pula melayani pasien umum.

“Kami yakin, pelayanan RSHD Barabai bisa dikembangkan lagi, sehingga tak hanya menerima pasien BPJS. Dengan catatan kualitas pelayanan lebih ditingkatkan, sehingga menjadi rumah sakit pilihan masyarakat,”katanya.

  Terkait rencana pembelian peralatan PCR, pihaknya berharap alat tersebut dapat digunakan secara maksimal, khususnya diprioritaskan bagi pasien covid yang dirawat di RSHD.

“Dengan begitu tidak ada lagi   pasien yang didiagnosa covid 19 meninggal dunia, tapi hasil PCR nya belum jelas karena menunggu hasil pemeriksaan sampel di luar daerah.

“Dengan punya alat PCR sendiri, sebelum dimakamkan harus ada  kejelasan apakah meninggal karena covid 19 atau tidak,”katanya.

Pansus DPRD HST juga meminta Keersediaan tenaga oprasional yang mampu menggunakan alat PCR tersebut segera disiapkan.

“Jangan sampai terjadi, alat PCR sudah ada, SDM yang menggunakan alat tersebut belum ada atau tidak punya keahlian menggunakannya,”pungkasnya.

Terkait masukan dan saran dari DPRD HST tersebut, Direktur RSHD Barabai dr Nanda Sujud Andi Yuhda Utama yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id menyatakan,pihaknya terus membenahi pelayanan di RSHD, baik dari sisi alat Kesehatan maupun sumber daya manusianya.

“Pembinaan SDM terus dilakukan dengan menanamkan kesadaran agar senantiasa  melayani dengan tulus dan ikhlas,”kata Nanda.

Baca juga: Update Covid-19 HST : Nakes di RSHD Barabai Meninggal Dunia Akibat Terpapar Covid-19

Sedangkan terkait pelayanan pasien umum selain pasien BPJS, pihaknya juga berencana membuka klinik khusus dengan jam operasional tersendiri di RSHD, dengan sasaran kalangan masyarakat menengah ke atas.

“UNtuk pengadaan alat PCR kami berterimakasih atas dukungan Bupati HST dan DPRD HST. Semoga lebih memudahkan mendukung penanganan covid-19, dengan diketahuinya hasil swab lebih cepat,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved