Breaking News:

Berita HST

Penyuluh Kehutanan Terbaik Nasional Wana Lestari 2021, Warga Desa Hinas Kiri HST Dijanjikan Trail

Kosim warga Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batangalai Timur, HST menerima piala dan piagam penghargaan tersebut tatap muka.

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Kosim, warga Desa Hinas Kiri Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah Peraih terbaik nasional Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat dengan piala dari Menteri LLHK yang diserahkan melalui Pemprov Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Setelah dinobatkan sebagai penyuluh kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) terbaik nasional 19 Agustus2021 lalu, Kosim warga Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batangalai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menerima piala dan piagam penghargaan tersebut secara tatap muka.

Penyerahan dilakukan 29 September 2021 lalu.

“Penyerahannya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Pemprov Kalsel di Novotel. Tapi Menteri LHK diwakili Staf ahli Gubernur Kalsel di bidang Ekonomi ,” kata Kosim kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (2/10/2021).

Penyerahan berbarengan dengan kegiatan Akses Permodalan dan Pemasaran Perhutanan Sosial sekaligus penadatanganan MoU Operasional Izin PS di Kalsel.

Baca juga: Pencurian di Kalsel, Pencuri Dompet di HST Sudah Empat Kali Beraksi

Baca juga: Luncurkan Kopi Meratus Produk Petani Lokal, Aulia Sebut Bakal Jadi Unggulan HST

Menurut Kosim selain piala dan piagam penghargaan tersebut, sebelumnya saat pengumuman peraih penghargaan via zoom meeting, Menteri menjanjikan akan memberi reward berupa trail untuk operasional kepada mereka yang terpilih.

“Soal kapan realisasinya belum ada kabar,” kata Kosim.

Setelah meraih penghargaan Wana Lestari 2021 bidang penyuluh kehutanan tersebut, Kosim kini mengatakan tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa, yaitu mengampanyekan Gerakan Menanam Pohon dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan formal yang melibatkan pemerintahan.

Baca juga: Polres Tabalong Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19, Juga Berikan Bagi Ibu Hamil

Saat ini, dia juga ikut menyosialisasikan Gerakan Menanam Kopi sebagai komoditas perkebunan ramah lingkungan, dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Meratus HST.
Menurut Kosim, kopi cocok dikembangkan di wilayah Meratus karena prospeknya secara ekonomi cukup tinggi.

“Menanam kopi juga bisa dilakukan di sela pohon penghijauan seperti pohon sengon, karena sifat kopi tumbuh baik di dekat pohon yang menaungi. Jadi tanpa membuka lahan pun bisa ditanam di sela pohon penghijauan,” katanya.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved