Breaking News:

Berita Banjarmasin

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina Tak Ingin Wisata Buru-buru Dibuka, Khawatir Jadi Bumerang

PPKM Kota Banjarmasin turun dari level 4 ke leve 2, tapi Wali Kota Ibnu Sina akan periksa kesiapan tempat parwisata supaya kasus Covid-19 tidak naik.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MARIANA
Wisata Kalsel. Suasana di siring Menara Pandang, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Belum lama tadi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) mengumumkan beberapa kabupaten dan kota yang berhasil turun status PPKM.

Salah satu kota yang berhasil turun statusnya dari PPKM Level 4 menjadi PPKM Level 2 berdasarkan evaluasi, tidak lain adalah Banjarmasin di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Namun Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina tidak ingin tergesa-gesa menerapkan atau memberlakukan status PPKM Level 2. "Kami masih menunggu Inmendagrinya keluar," tegasnya, Sabtu (2/10/2021).

Apabila nantinya memang status zonasi berhasil turun level, ia tak menampik, lebih melonggarkan sektor ekonomi.

Baca juga: Motoris Kelotok Wisata di Kota Banjarmasin Pun Dapat Vaksin Covid-19

Baca juga: Buntut OTT KPK di HSU, Kepala Kejaksaan Tnggi Kalsel Sebut Timnya Periksa Seorang Staf

Namun ketika disinggung mengenai sektor pariwisata, dirinya masih akan melakukan pertimbangan-pertimbangan alias tidak ingin juga buru-buru membukanya.

Malah Ibnu mengaku akan terlebih dulu memastikan bahwa apabila wisata dibuka, tetap bisa terkendali, tanpa terjadi kerumunan massa. Supaya, kasus  Covid-19 tidak sampai meningkat lagi.

"Kami ingin pastikan lagi dengan Dinas Pariwisata. Jika ingin membuka, pastikan terkendali," katanya.

Bukan tanpa alasan dirinya ingin memastikan terlebih dulu hal itu karena tidak ingin dibukanya pariwisata di Banjarmasin justru menjadi bumerang.

Baca juga: Politeknik Negeri Banjarmasin Bersiap Menerapkan Perkuliahan Secara Tatap Muka

Baca juga: CPNS Kalsel 2021, Besok Tes Calon PPPK Pemprov di Gedung Idham Chalid Banjarbaru

"Jangan sampai menimbulkan kerumunan karena kami khawatir euforia masyarakat, apalagi bila sudah ke Level 2," katanya.

Hal ini pun juga berlaku terkait dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengundang masyarakat, seperti konser dan semacamnya. "Untuk kegiatan konser juga masih belum. Kita tunggu saja Inmendagri," pungkasnya

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved