Breaking News:

Wisata Kalsel

Jadi Rest Area, Wisata Hutan Meranti Kotabaru Tawarkan Wisata Penangkaran Rusa

Tempat penangkaran rusa di lokasi wisata Hutan Meranti Kotabaru, salahsatu rest area kerap didatangi pengunjung.

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Pengunjung wisata hutan meranti memberi makan rusa sambil berswafoto, Minggu (3/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Tempat penangkaran rusa di lokasi wisata Hutan Meranti Kotabaru, salahsatu rest area kerap didatangi pengunjung.

Selain rusa, di sana juga ada merpati dan satwa lainnya di wisata dikelola Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Kotabaru. 

Rata-rata pengunjung datang ke wisata hutan meranti. Mereka tidak melewatkan waktu melihat-lihat tempat penangkaran itu, karena binatang yang dilepas liarkan di area itu semua jinak.

Ada tiga jenis rusa di rest area mulai, dari jenis tutul, sambar dan rusa jenis timur. Apalagi merpati yang jumlahnya ratusan ekor, saking jinaknya.

Baca juga: Wisata Kalsel Hutan Meranti Kotabaru, Pengunjung Nyaman Dengan Fasilitas Guest House Hingga Gazebo

Baca juga: Wisata Kalsel Hutan Meranti Kotabaru, Pengunjung Dimanjakan Nuansa Alam Pegunungan dan Laut

Ketika ada pengunjung masuk ke area, burung-burung itu langsung mengerumuni.

Begitu juga kawanan rusa berjumlah puluhan ekor. Mendekati setiap pengunjung masuk ke dalam area yang dikelilingi pagar.

Saking jinaknya satwa di tempat penangkaran, pengunjung selalu memanfaatkannya dengan beswafoto. Ada yang berfoto di antara kerumunan merpati, ada juga berswafoto dengan rusa.

"Ayo sini, dia (rusa) tidak menggigit," ujar Kholil seorang petugas yang bertugas di tempat penangkaran tersebut.. 

Kholil menjelaskan, di tempat penangkaran satwa di area wisata hutan meranti. Untuk rusa berjumlah 22 ekor, terdiri dari jenis tutul, sambar dan timur. 

Sedangkan merpati berjumlah sekitar 400 ekor. Padahal sempat mencapai 500 ekor, namun jumlahnya berkurang karena diserang musang dan elang. 

"Burung hantu, setiap hari memangsa bisa sampai tiga ekor. Paling sedikit satu setiap hari, jadi berkurang," ujar Kholil kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (3/10/2021).

Selain itu satwa lainnya adalah kelinci, sekarang jumlahnya sudah mencapai sekitar 200 ekor.

"Ada juga kakaktua dan burung anggang. Hanya posisinya, untuk anggang ada di bawah dan kakaktua ada di sini (area penangkaran rusa)," terangnya. 

Baca juga: Wisata Kalsel Hutan Meranti Kotabaru, Awalnya Sumberdaya Hutan yang Ditanam Sejak 1976 Seluas 300 Ha

Kholil mengakui, semua jenis satwa di wisata hutan meranti semua jinak. Itu karena dibiasakan setiap pengunjung yang datang tidak hanya jalan-jalan.

Tapi pengunjung harus membawa makanan yang dibeli dari petugas jaga. "Kalau hanya jalan-jalan merpatinya akan takut. Tapi sekarang karena sudah terbiasa walau tidak membawa mekanan merpati dltetap jinak," pungkas Kholil. (banjarmasinpost.co.od/helriansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved