Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Bisnis Travel Wisata Masih Mati Suri, Pengusaha Berharap Kebijakan Berpihak Mendongkrak Usaha Travel

Bisnis travel wisata maupun haji dan umroh masih belum ada pergerakan berarti. Bahkan terbilang mati suri sebab pandemi Covid-19 belum berakhir.

Penulis: Salmah | Editor: Syaiful Akhyar
Boy Rahmadi Nafarin untuk banjarmasinpost.co.id
Sebelum Pandemi bisnis travel menjadi andalan, kini usaha dibidang perjalanan wisata baik domestik atau internasional masih mati suri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Sampai sekarang bisnis travel wisata maupun haji dan umroh masih belum ada pergerakan berarti.

Bahkan terbilang mati suri sebab kondisi pandemi Covid-19 dunia belum ada tanda-tanda berakhir.

Tak hanya perjalanan keluar negeri, travel dalam negeri juga masih tidak leluasa sehingga otomatis usaha travel stagnan. Ibarat hidup segar mati tak mau.

H Saridi, Ketua DPD ASITA Kalsel, mengungkapkan, sampai sekarang pihaknya masih wait and see. Menunggu dan melihat perkembangan saja, sambil terus berharap ada kebijakan menggembirakan.

Baca juga: Kota Banjarmasin Diumumkan Masih Perpanjangan PPKM Level 4, Ibnu Sina Optimis Bisa Turun Level

Baca juga: Gelar Perkara Kasus 4,7 KG Sabu, Direktur Resnarkoba Polda Kalsel : Masuk dari Jalur Perairan

Baca juga: BREAKING NEWS: UPDATE Covid-19 Indonesia, Banjarmasin Tetap PPKM Level 4, Satu-satunya di Kalsel

"Ya, tidak bisa apa-apa. Hanya menunggu dan melihat perkembangan. Kondisi sekarang ini memang susah, terbentur aturan selama pandemi Covid-19," jelasnya.

Saridi berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan-kebijakan yang dapat mempertahankan usaha travel wisata haji dan umroh, sebab tak sedikit yang harus tutup.

"Semoga pemerintah dapat memberikan stimulus agar usaha travel dapat terus bertahan bahkan berjalan lagi seperti semula," harapnya.

Meski ada travel yang berusaha berpromosi menawarkan perjalanan wisata luar negeri salah satunya ke Turki, namun juga tak banyak mendapat perhatian masyarakat sebab salah satu syaratnya adalah sebelum berangkat bersedia dikarantina delapan hari di Jakarta.

"Semoga kondisi yang seperti ini hanya sampai akhir tahun ini saja. Tahun depan ada perkembangan yang baik," tandasnya.

Boy Rahmadi Nafarin, Sekretaris DPD Asita Kalsel juga mengatakan hal senada. Dengan kondisi seperti ini kerugian sangat terasa Apalagi bagi perusahaan yang kantornya masih sewa. Artinya, ada biaya operasional yang harus dikeluarkan sedangkan pendapatan berkurang.

Lanjutnya, sampai saat ini masih belum ada kejelasan yang tetap khususnya untuk wisata baik domestik maupun international, mengingat aturan masih terus berubah.

"Kami harapkan juga ada kelonggaran bagi pengguna jasa penerbangan karena itu yang utama untuk orang-orang bisa berwisata, mengingat Indonesia terbagi banyak pulau-pulau," jelasnya.

Tandas Boy, saat ini masyarakat juga sepertinya masih wait and see dan sudah mulai ada yang tanya-tanya untuk berwisata.

(banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved