Kriminalitas Banjarmasin

Gelar Perkara Kasus 4,7 KG Sabu, Direktur Resnarkoba Polda Kalsel : Masuk dari Jalur Perairan

Sabu seberat 4.703,07 gram yang telah disita dalam pengungkapan pada pekan keempat September 2021 itu disinyalir tiba melalui jalur perairan

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Gelar Perkara Pengungkapan Tindak Pidana Peredaran Gelap Narkotika Dipimpin Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol M Rifa’i dan Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Tri Wahyudi, Senin (4/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terungkap sejumlah fakta baru dari kasus tindak pidana peredaran gelap narkotika dengan barang bukti 4,7 kilogram sabu yang diungkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel. 

Narkotika golongan satu jenis sabu seberat 4.703,07 gram yang telah disita dalam pengungkapan pada pekan keempat Bulan September 2021 itu disinyalir tiba di Banua melalui jalur perairan. 

Diyakini, distribusi barang baram tersebut juga dikontrol oleh dalang dari luar Kalsel atau bahkan luar Kalimantan. 

"Untuk yang empat kilo lebih ini jaringan dari luar Kalsel, mereka memasukkan barang dari perairan. Kalau di kita istilahnya ranjau," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Tri Wahyudi. 

Baca juga: Narkoba Kalsel - Buang Sabu dan Sempat Terjadi Pengejaran, Dua Pelaku di Tabalong Diciduk

Baca juga: Narkoba Banjarmasin, Edarkan Sabu, Dua Perempuan Diamankan Ditresnarkoba Polda Kalsel

Baca juga: Narkoba Banjarmasin, Kelabui Polisi, Kurir Sembunyikan Sabu di Bawah Tiang Listr

Hal ini disampaikannya dalam Gelar Perkara Pengungkapan Tindak Pidana Peredaran Gelap dan atau Penyalahgunaan Narkotika Dit Resnarkoba Polda Kalsel yang dipimpin Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i, Senin (4/10/2021). 

Dilaksanakan di Aula Dit Resnarkoba Polda Kalsel, sejumlah tersangka yang ditangkap dalam pengungkapan tersebut juga dihadirkan. 

Dengan tangan diborgol dan dijaga Polisi bersenjata, para tersangka mengenakan rompi oranye bertanda tahanan narkoba. 

Kombes Pol Tri mengatakan, jalur perairan yang dimaksud dan diduga sebagai jalur masuknya barang haram tersebut adalah pelabuhan-pelabuhan tidak resmi yang sulit diawasi selama 24 jam oleh petugas otoritas perairan. 

Kasus menonjol dengan barang bukti 4,7 kilogram sabu yang diungkap oleh Jajaran Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kalsel ini juga rupanya memiliki keterkaitan dengan pengungkapan kejahatan serupa oleh Jajaran Polres Tanah Bumbu. 

"Ada kaitan dan kesesuaian dengan pengungkapan yang dilakukan oleh Polres Tanah Bumbu sebesar 2 kilogram sabu," terangnya. 

Dimana dalam pengungkapan tersebut, Polisi menahan tersangka berinisial FA (28) dan DI (19) pada Senin (27/9/2021) setelah terlibat aksi kejar-kejaran dengan kedua tersangka di sejumlah jalan protokol di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel. 

Terkait jaringan tersebut, diduga masih ada sejumlah sabu lainnya yang sempat lolos masuk ke wilayah Kalsel bersamaan dengan masuknya barang haram yang gagal diedarkan karena upaya Kepolisian ini. 

Kini Polisi masih melakukan pengembangan untuk bisa mengungkapnya. 

Selain kasus tersebut, digelar pula perkara tindak pidana peredaran gelap narkotika lainnya yang melibatkan dua tersangka perempuan berinisial NH (31) dan WR (37) dengan barang bukti sabu seberat 2 ons lebih yang telah diungkap Jajaran Subdit 3 Dit Resnarkoba Polda Kalsel. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved