Breaking News:

Museum Lambung Mangkurat Kalsels

Museum Lambung Mangkurat Kalsel di Banjarbaru, Sejarahnya Terkait Museum Borneo Zaman Belanda 1907

Asal Museum Lambung Mangkurat bermula dari Museum Borneo yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada 1907 di Banjarmasin.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Syaiful Akhyar
Museum Lambung Mangkurat Kalsel di Banjarbaru, Sejarahnya Terkait Museum Borneo Zaman Belanda 1907 - museum-lambung-mangkurat-provinsi-kalsel-jalan-a-yani-km355-banjarbaru.jpg
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalsel Jalan A Yani Km35,5 Banjarbaru tampak dari depan, Senin (4/10/2021)
Museum Lambung Mangkurat Kalsel di Banjarbaru, Sejarahnya Terkait Museum Borneo Zaman Belanda 1907 - pamong-budaya-museum-lambung-mangkurat-h-rusmiadi-menujukkan-koleksi-kain-adat-banjar.jpg
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi menujukkan koleksi benda kain adat Banjar.
Museum Lambung Mangkurat Kalsel di Banjarbaru, Sejarahnya Terkait Museum Borneo Zaman Belanda 1907 - pamong-budaya-museum-lambung-mangkurat-h-rusmiadi-menujukkan-koleksi-pakaian-dari-kulit-kayu.jpg
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi menujukkan koleksi museum pakaian dari kulit kayu.
Museum Lambung Mangkurat Kalsel di Banjarbaru, Sejarahnya Terkait Museum Borneo Zaman Belanda 1907 - koleksi-al-quran-tulisan-syekh-muhammad-arsyad-albanjari-atau-dikenal-datu-kelampayan.jpg
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi menujukkan salah satu benda koleksi museum berupa Al Quran tulisan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau dikenal Datu Kelampayan.
Museum Lambung Mangkurat Kalsel di Banjarbaru, Sejarahnya Terkait Museum Borneo Zaman Belanda 1907 - kasubag-tata-usaha-tu-museum-lambung-mangkurat-m-taufik-akbar.jpg
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Kasubag Tata Usaha (TU) Museum Lambung Mangkurat, M Taufik Akbar (kiri berkacamata), menjelaskan soal tidak dibukanya Museum sementara waktu karena Pandemi Covid-19.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Asal sejarah berdirinya Museum Lambung Mangkurat bermula dari Museum Borneo yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada 1907 di Banjarmasin.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Abdul Rahim melalui Kasubag Tata Usaha (TU), M Taufik Akbar menjelaskan akibat masuknya penjajahan Jepang, Museum Borneo berakhir.

"Kemudian dilanjutkan pencetusannya oleh Gubernur Milono dengan didirikannya Museum Kalimantan pada tanggal 22 Desember 1955," jelasnya.

Separuh dari koleksi museum ini merupakan kepunyaan Amir Hasan Kiai Bondan sebagai salah satu Bapak Pioneer Museum.

Baca juga: Masih Bertahan PPKM Level 4, PTM Terbatas Sekolah di Kota Banjarmasin Terancam Tertunda

Baca juga: Gelar Perkara Kasus 4,7 KG Sabu, Direktur Resnarkoba Polda Kalsel : Masuk dari Jalur Perairan

Baca juga: BREAKING NEWS: UPDATE Covid-19 Indonesia, Banjarmasin Tetap PPKM Level 4, Satu-satunya di Kalsel

Didahului dengan diselenggarakannya Konferensi Kebudayaan pada tahun 1957 di Banjarmasin, yang sepuluh tahun kemudian (1967) diresmikan berdirinya kembali museum yang diberi nama Museum Banjar.

Museum Banjar berakhir dan koleksinya dipindahkan ke Museum Lambung Mangkurat bertempat di Banjarbaru tepatnya di jalan Jenderal Achmad Yani KM 35,5 Kelurahan Banjarbaru Utara.

Museum Lambung Mangkurat mulai dibangun pada tahun 1974 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef pada tanggal 10 Januari 1979.

Ketika 2001 bersamaan dengan pelimpahan kewenangan daerah otonomi aset Musem Lambung Mangkurat diserahkan ke Pemerintah Provinsi Kalsel di bawah dinas pendidikan dan kebudayaan. Kemudian sempat berpindah dibawah Dinas Pariwisata.

Setelah nomenklatur baru pelimpahan kewenangan daerah di 2017, kembali lagi Museum Lambung Mangkurat dikoordinasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel.

(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved