Breaking News:

Tajuk

Pejabat Bermalam di Kampung

Jangankan untuk menuju ibu kota kabupaten tempat Kantor Disdukcapil, untuk ke pusat desanya dan kantor kecamatan saja sangat sulit.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - KEPALA daerah berkunjung ke kampung yang sangat sulit dijangkau. Sederet agenda seremoni ditinggal, didelegasikan ke wakil.Tujuannya, bantu warga supaya dapat Nomor Induk Kependudukan (NIK), supaya mereka punya Kartu Keluarga, punya KTP elektronik, dokumen kependudukan lainnya, sampai bahas pembuatan jembatan darurat sementara akibat putus kena terjang banjir.

Benar-benar sip deh, kepala daerah seperti ini. Namun sayang, itu hanya mimpi warga pelosok.
Padahal, seperti NIK, baru saja keluar Peraturan Presiden (Perpres) No 83 Tahun 2021, utamanya mengenai Pencantuman NIK dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam mengakses pelayanan publik.
Konsekuensinya, warga yang belum memiliki, harus mengurus. Terlebih bila menjadi persyaratan untuk bisa mendapat bantuan sosial dari pemerintah atau yang lainnya.

Khusus yang NIK saja dulu, namanya kewajiban, warga harus menaati, melaksanakan, memenuhinya. Anak baru lahir pun, orangtuanya mesti segera lapor sana sini, demi mendapatkan akta kelahiran sekaligus proses mendapat NIK, tercantum dalam Kartu Keluarga. Seperti juga pada program vaksinasi bagi pelajar, disuruh panitia mengisi NIK dalam formulir berdasarkan data di Kartu Keluarga.

Mungkin di perkotaan, akomodasi atau untuk mobilitas, terdukung sehingga bisa cepat datang mulai Kantor Kelurahan, Kantor Kecamatan atau Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengurus sampai mendapatkan NIK dalam Kartu Keluarga atau dapat KTP elektronik. Setidaknya, semua bisa lebih cepat selesai.

Bagaimana yang di pelosok? Tak dipungkiri, masih banyak akses yang sulit dilalui warga. Jangankan untuk menuju ibu kota kabupaten tempat Kantor Disdukcapil, untuk ke pusat desanya dan kantor kecamatan saja sangat sulit.

Belum lagi dampak cuaca, jalan berkubang lumpur setelah turun hujan atau asap akibat kebakaran hutan dan lahan saat kemarau. Jangan lupa pula terhadap warga yang harus menerjang ombak musim Barat, seperti di kepulauan wilayah Kabupaten Kotabaru.

Memenuhi kewajiban untuk lapor dan mengurus akta kelahiran anak, bikin KTP elektronik, sungguh merepotkan. Biaya besar ongkos perjalanan, sudah pasti. Kalau sampai harus beberapa kali bolak-balik, sungguh menyiksanya. Malah, bertaruh nyawa.

Karena itu, beberapa pemerintah daerah punya inovasi layanan kependudukan yang hanya sehari jadi atau jemput bola. Lah, yang begini ini yang sangat bagus.

Betul-betul mendukung bagi warga, terutama yang hidupnya susah, yaitu dalam hal perjalanan dan ongkos. Petugas bidang kependudukan blusukan, naik turun gunung, lewat belantara, terjang ombak, demi melayani warga yang tak berdaya yang lokasinya teramat susah didatangi.

Mereka rela bermalam, supaya mereka bisa mendapatkan NIK, Kartu Keluarga, KTP elektronik, Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak atau lainnya. Dokumen rusak, kebanjiran, kebakaran, hilang, dibantu, cepat jadi, warga pun memilikinya lagi.

Selesai. Sampai di sini, apakah petugas blusukan tersebut didukung atasannya, didukung kepala daerahnya? Kalau jawabannya anggaran minim, habis untuk beli fasilitas, jangan pernah katakan 100 persen warganya sudah punya NIK.

Jadi, pejabat jangan bisanya cuma bilang wajib punya NIK atau ini itu pada warganya. Sedangkan kewajibannya kepada warga, malah nggak kelihatan. Jangan sampai terbolak-balik. Belum lagi pada mereka yang harusnya dapat bantuan sosial dan sejenisnya. Tak ada NIK, bakalan tak ada bantuan.

Mereka bisa menilai, berapa kali sih pejabatnya datang ke kampungnya, ke desanya yang memang susah dijangkau? Kalau belum pernah, maka pertimbangkan untuk beri pelayanan yang mendukung aturan presiden di atas. Atau, bila memang berani dan memuhi sumpah saat pelantikan, bermalamlah di kampung, mewujudkan mimpi warganya yang di balik gunung. Berani? (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved