Breaking News:

HSU Mantap

Tingkatkan Kemampuan Warga, Dispersip HSU Gelar Pembelajaran Berbasis Inklusi  Sosial

Dispersip HSU menggelar pertemuan dan pembelajaran tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo
Diskominfo HSU
Dispersip HSU menggelar pertemuan dan pembelajaran tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar pertemuan dan pembelajaran tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Marissa MC organizer berlangsung  di balai desa Sungai Namang Kecamatan Danau Panggang.

Acara ini di hadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Daerah, Kepala Desa Sungai Namang dan 6 orang pelatih dari Marissa Catring(MC) Organizer.

Kegiatan yang diikuti 20 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga ini bertujuan meningkatkan keterampilan bagi warga agar lebih mahir membuat aneka macam kue, dan cemilan di tengah kondisi Covid 19 dan dapat menjadikannya Wirausaha yang menguntungkan.

Manager Mc Organizer Elisa Ramadhani Mengatakan Dirinya Sangat Bersyukur Karena telah Dipercaya untuk membimbing Dalam Kegiatan Pelatihan ini. 

Dispersip HSU menggelar pertemuan dan pembelajaran tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Dispersip HSU menggelar pertemuan dan pembelajaran tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. (Diskominfo HSU)

Elisa juga mengaku senang melihat antusias  Warga Masyarakat Desa Sungai Namang Dalam Memasak dan memperhatikan serta mempelajari semua materi yang diberikan.

"Hari ini kita akan membuat Olahan kue, Donat, Roti, dan Cemilan" Ungkap melisa. 

Kepala desa Sungai Namang Abdul malik mengharapkan para peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius dan bersungguh sungguh, agar dapat memperoleh keterampilan baru. 

Selain itu juga dalam sambutan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah menyampaikan sesuai dengan amanat Undang Undang 43 tahun 2007 tentang perpustakaan dan undang undang 23 tahun 2014 tentang pemerintah Daerah yang ditindak lanjuti  oleh praturan pemerintah daerah nomor 18 tahun 2016, bahwasanya Perpustakaan Daerah ditetapkan sebagai urusan wajib non pelayanan dasar.

Tugasnya, menyediakan layanan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan kebutuhan masyarakat karena itu perpustakaan hadir ditengah tengah masyarakat dalam menyediakan informasi dan ilmu pengetahuan melalui bahan pustaka tercetak, maupun yang terekam dan digital. 

Dispersip HSU menggelar pertemuan dan pembelajaran tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Dispersip HSU menggelar pertemuan dan pembelajaran tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. (Diskominfo HSU)

"Diharapkan melalui program tranformasi khususan berbasis inklusi sosial masyarakat dapat berkegiatan, berinovasi di perpustakaan umum maupun di perpustakaan desa, dan kegiatan ini hendaknya di suport oleh element pemerintah dari pusat sampai daerah agar dapat meningkatkan Sumber daya manusia yang unggul."ungkap Laila dalam sambutannya 

Perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia yang kreatif, inovatif melalui pendaya gunaan perpustakaan kegiatan ini, pemerintah sangat mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penuntasan kemiskinan di indonesia. (aol)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved