Breaking News:

Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Wisata Kalsel Museum Lambung Mangkurat, Ada Fosil Paus Hingga Jukung dan Ragam Tipe Rumah Banjar

Mulai di dalam bergeser ke bagian luar ruang Museum Lambung Mangkurat terlihat replika Candi Borobudur dan Prambanan serta sebuah fosil paus.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Syaiful Akhyar
Wisata Kalsel Museum Lambung Mangkurat, Ada Fosil Paus Hingga Jukung dan Ragam Tipe Rumah Banjar - museum-lambung-mangkurat-provinsi-kalsel-jalan-a-yani-km355-banjarbaru.jpg
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalsel Jalan A Yani Km35,5 Banjarbaru tampak dari depan, Senin (4/10/2021)
Wisata Kalsel Museum Lambung Mangkurat, Ada Fosil Paus Hingga Jukung dan Ragam Tipe Rumah Banjar - kasubag-tata-usaha-tu-museum-lambung-mangkurat-m-taufik-akbar.jpg
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Kasubag Tata Usaha (TU) Museum Lambung Mangkurat, M Taufik Akbar (kiri berkacamata), menjelaskan soal tidak dibukanya Museum sementara waktu karena Pandemi Covid-19.
Wisata Kalsel Museum Lambung Mangkurat, Ada Fosil Paus Hingga Jukung dan Ragam Tipe Rumah Banjar - pamong-budaya-museum-lambung-mangkurat-h-rusmiadi-menujukkan-koleksi-kain-adat-banjar.jpg
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi menujukkan koleksi benda kain adat Banjar.
Wisata Kalsel Museum Lambung Mangkurat, Ada Fosil Paus Hingga Jukung dan Ragam Tipe Rumah Banjar - pamong-budaya-museum-lambung-mangkurat-h-rusmiadi-menujukkan-koleksi-pakaian-dari-kulit-kayu.jpg
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi menujukkan koleksi museum pakaian dari kulit kayu.
Wisata Kalsel Museum Lambung Mangkurat, Ada Fosil Paus Hingga Jukung dan Ragam Tipe Rumah Banjar - koleksi-al-quran-tulisan-syekh-muhammad-arsyad-albanjari-atau-dikenal-datu-kelampayan.jpg
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi menujukkan salah satu benda koleksi museum berupa Al Quran tulisan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau dikenal Datu Kelampayan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Mulai di dalam bergeser ke bagian luar ruang Museum Lambung Mangkurat terlihat replika Candi Borobudur dan Prambanan serta sebuah fosil paus.

Fosilnya berupa tulang belulang yang besar tampak kokoh sepanjang 33 meter dengan berat 300 ton.

Ikan mamalia tersebut ditemukan terdampar tewas di perairan Desa Tanjung Kunyit, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan pada 1991 silam.

Di depan museum, tepatnya di halamannya, ada sebuah pondok kecil yang berisi berbagai perahu atau jukung tradisional Banjar yang kerap digunakan warga dan sekarang sudah punah.

Baca juga: Gelar Perkara Kasus 4,7 KG Sabu, Direktur Resnarkoba Polda Kalsel : Masuk dari Jalur Perairan

Baca juga: Kalsel Usulkan Pangeran Hidayatullah dan Datu Kalampayan Jadi Pahlawan Nasional

Baca juga: Ada Koleksi Benda Senjata Rakyat Banjar Hingga Peninggalan Kerajaan Banjar dan Pangeran Antasari

Ada yang bernama jukung tambangan dan jukung sudur. Masing-masing memiliki fungsi tersendiri.

Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi, menjelaskan di gedung utama lantai dua museum ini, berisi berbagai benda tentang kondisi alam Kalimantan Selatan yang memiliki banyak hutan dan hewan-hewan yang hidup di dalamnya.

Ada juga berbagai tipe rumah tradisional Banjar dan beragam benda yang menampilkan kebudayaan Banjar.

Mulai dari alat-alat musik tradisional, busana adat, pelaminan, kamar pengantin, perkakas pandai emas dan peralatan memasak orang Banjar zaman dulu.

Di sebuah sudutnya, ada juga benda-benda tradisional suku Dayak yang hidup di provinsi ini.

(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved