Breaking News:

Berita Banjarbaru

Dampak Bibit Siklon Tropis 92W, Kalsel Bakal Alami Curah Hujan Tinggi Hingga Ancaman Banjir

Bibit siklon tropis 92W yang tumbuh di belahan bumi utara akan berdampak terhadap terjadinya cuaca  ekstrim di Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
pixabay.com
Ilustrasi cuaca ekstrem - Simak peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, berkaitan dengan adanya bibit siklon tropis yang berpotensi terjadi siklon tropis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bibit siklon tropis 92W yang tumbuh di belahan bumi utara akan berdampak terhadap terjadinya cuaca  ekstrim di Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada 22 daerah yang akan mengalami cuaca ekstrem termasuk di Kalimantan Selatan.

Sebagai dampak dari kondisi atmosfer yang cukup basah dan tingkat konvektivitas yang tinggi, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam periode 05 - 11 Oktober 2021 masih dapat terjadi di wilayah provinsi Kalimantan Selatan.

Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin atau Prakirawan, Rimelda Selasa (5/10/2021) mengatakan bibit siklon 92w diperkirakan tidak memberikan dampak langsung di wilayah Kalsel.

Baca juga: Kalsel Terdampak Siklon Tropis, BPBD Tanbu Minta Nelayan Tak Melaut

Baca juga: Siklon Tropis Surigae Bergerak ke Barat Laut, BMKG Sebut Tidak Berdampak ke Kalsel

Namun, memang kedepannya terdapat potensi adanya peningkatan curah hujan untuk wilayah Kalsel.

"Hal ini dikarenakan kondisi atmosfer yang cukup basah dan konvektivitas yang tinggi," ujarnya.

Merujuk penjelasan Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG A. Fachri Radjab, Menurut Rimelda, Bibit Siklon 92W dalam 24 jam kedepan dapat berdampak tidak langsung terhadap potensi curah hujan mulai dari Hujan sedang – lebat di wilayah Kep. Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.

Kemudian, Gelombang laut dengan ketinggian 2.5 – 4.0 m di Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik utara Halmahera.

Potensi curah hujan tinggi terang Rimelda akan terjadi di hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan. 

Dengan adanya potensi curah hujan yang tinggi jelasnya sangat berpotensi juga untuk terjadinya banjir di Kalsel.

"Dari itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada," imbuhnya.

Pada wilayah Kalsel bagian utara yakni Tabalong dan sekitarnya saat ini sudah memasuki musim penghujan sejak dasarian III September.

Sementara Tanah Bumbu masuk musim penghujan dasarian II Oktober. Kotabaru Dasarian III Oktober.

Baca juga: Satelit Nasa Tangkap Aktivitas Badai Siklon Tropis Nuri, Berpotensi Picu Bencana Hidrometeologi

Sedangkan untuk wilayah lainnya sudah masuk musim penghujan di dasarian I Oktober. Berbeda, Tanah Laut wilayah Non Zom.

Selain Kalimantan Selatan, 21 provinsi lainnya yang akan mengalami potensi hujan sedang - lebat yakni Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, Papua.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved