Breaking News:

Berita HST

Kolam Regulator Bukan untuk Pertanian, Bendung Pancar Hanau HST Tetap Jadi Program Prioritas

Kepala Dinas PUPR HST menyebut, kolam regulator yang akan dibangun pemerintah pusat di HST bukan untuk mengairi sawah.

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Perwakilan Tokoh Adat dan tokoh masyarakat Meratus serta KTNA HST saat menyampaikan aspirasi ke DPRD HST, Selasa (5/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyebut, kolam regulator yang akan dibangun pemerintah pusat di HST bukan untuk mengairi sawah.

Kolam regulator ini untuk menampung kelebihan air saat banjir dan membuangnya ke sungai di saat yang tepat, yaitu Ketika ketinggian air sungai sudah turun.

“Makanya disebut regulator, karena untuk mengatur tadi. Ini beda dengan embung atau bendungan yang bisa untuk mengairi pertanian,”kata Kepala Dinas PUPR M Zaid, saat berdialog dengan sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat Meratus, Ketua Aman Kalsel serta KTNA HST, yang menyampaikan aspirasi ke DPRD HST (5/10/2021).

Warga menyampaikan aspirasi terkait megaproyek senilai 280 miliar pemerintah pusat di HST, yaitu kolam regulator dalam rangka mengatasi banjir.

Baca juga: Atasi Banjir HST, Kolam Regulasi Pengendali Senilai Rp 230 Miliar Segera Dibangun 

Baca juga: Atasi Dampak Banjir HST, Pemulihan Sawah dan Perbaikan Jembatan Dikerjakan Lewat Karya Bakti TNI

Dijelaskan, kolam regulator tersebut program pemerintah pusat dalam rangka mengatasi banjir di HST dan proyek kedua di Indonesia.

“Sekarang sudah tahap lelang appraisal. Sudah menggelar pertemuan dengan Pemrov Kalsel. Dan pengukuran lahan sudah terpenuhi.

Pemprov juga setuju membantu sharing biaya pembebasan lahan sekitar  Rp 15 miliar, dari estimas 25 miliar yang dibutuhkan,”kat Zaid.

Dijelaskan, kolam regulasi ditargetkan bisa menampung 2,6 juta kubik air. Banjir kemarin, diperkirakan 26 juta kubik air, sehingga daya tampungnya baru 10 persen, plus canal banjir maksimal 2 juta kubil saat jumlah air maksimal.

Menurut Zaid dengan daya tamping tersebut, tetap dibutuhkan bending Pancur Hanau, yang sudah musuk program prioritas Pemprov Kalsel untuk dusupport pemerintah pusat.

‘Kita berharap, koordinasi terkait bendung ini tetap intens hingga terealisasi,”kata Zaid.

Disebutkan, pancur Hanau yang sudah direncanakan sejak pemerintahan Harun Nurasid tersebut bisa menampung 90 juta kubik air.

Baca juga: Sidak ke Hutan Lindung Mangkiling Sebelum Banjir HST, Warga Temukan Fakta Illegal Logging di Meratus

Adapun lokasi pembangunanya di Desa Hinas Kanan, Mangkiling dan Rantau Parupuk Kecamatan Hantakan.

Mengenai pemintaan agar sebagaian dana untuk membangun  kolam regulasi dialihkan lokasinya ke wilayah atas, Zaid menyatakan cukup sulit, karena akan mengubah kontrak addendum.

“Tapi nanti akan kami coba sampaikan aspirasi ini kepada Balai Sungai di Banjarmasin. Hasilnya nanti akan kami sampaikan melalui komisi III DRRS HST,”kata Zaid. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved