Berita Banjarmasin

Protes Banjarmasin Kembali Ditetapkan PPKM Level 4, Wali Kota : Berdasarkan Indikator Harusnya Turun

Keputusan KPC PEN menetapkan Banjarmasin berstatus PPkM Level 4 ini pun mendapatkan reaksi dari Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC- PEN) kembali menetapkan Banjarmasin sebagai salah satu kabupaten kota di luar Jawa-Bali yang berstatus PPKM Level 4, yang berlaku 5 hingga 18 Oktober 2021.

Keputusan KPC PEN menetapkan Banjarmasin berstatus PPkM Level 4 ini pun mendapatkan reaksi dari Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina.

Bahkan orang nomor satu di Kota Seribu Sungai (julukan Banjarmasin, red) ini pun sedikit memprotes kebijakan tersebut.

"Ya intinya kota 'protes' saja kenapa jadi datanya berbeda. Kasihan masyarakat Banjarmasin, dimana geliat ekonomi sudah mulai terasa dan mulai bangkit. Tapi tiba-tiba statusnya masih PPKM Level 4," ujar Ibnu, Selasa (5/10/2021) siang.

Baca juga: Kembali Ditetapkan PPKM Level 4, Jubir Satgas Covid-19 Banjarmasin Mengaku Kecewa, Begini Alasannya

Baca juga: Kabar Gembira Bagi Masyarakat Idaman, Kota Banjarbaru Keluar Dari PPKM Level 4

Baca juga: Masih Bertahan PPKM Level 4, PTM Terbatas Sekolah di Kota Banjarmasin Terancam Tertunda

Ibnu pun menerangkan bahwa berdasarkan beberapa indikator yang ada, Banjarmasin pun harusnya sudah berhasil turun level.

Bahkan Ibnu juga heran terkait dengan penetapan status ini, jika merujuk pada indikator berupa positivity rate yang dibandingkan dengan seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pasalnya untuk positivity rate Banjarmasin hanya sebesar 2,6, sedangkan kabupaten lainnya ada yang lebih tinggi, namun justru tidak masuk kategori PPKM Level 4. Contohnya adalah Kabupaten Tapin yang positivity ratenya menembus angka 10,7.

"Positivity rate berdasarkan data provinsi hanya 2,6, sementara Tapin 10, kok di Level 3. Aneh bener," jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: UPDATE Covid-19 Indonesia, Banjarmasin Tetap PPKM Level 4, Satu-satunya di Kalsel

Masih terkait dengan perbedaan data ini, Ibnu menjelaskan juga bahwa pihaknya pun sudah berupaya melakukan sinkronisasi data beberapa waktu lalu dengan pusat.

"Kemarin sudah kita utus Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menyandingkan data, dan sudah clear semua tapi tiba-tiba diumumkan Level 4 lagi. Dan nanti akan kita coba evaluasi lagi, dan sebenarnya kalau data kita dengan provinsi sama saja," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Berita Terkait :#Berita Banjarmasin
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved