Breaking News:

Berita Banjarmasin

Masih PPKM Level 4, Pemko Banjarmasin Kembali Gencarkan 3T

Pemko Banjarmasin memastikan akan kembali menggencarkan kegiatan Tracking, Tracing dan Testing (3T).

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memastikan akan kembali menggencarkan kegiatan Tracking, Tracing dan Testing (3T).

Seperti diketahui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) kembali menetapkan Banjarmasin berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Meskipun Pemko Banjarmasin terbilang keberatan atas 'vonis' tersebut, namun Pemko Banjarmasin tetap akan melakukan berbagai upaya agar benar-benar terbebas dari status PPKM Level 4 ini.

Dan salah satu upaya yang dilakukan, tidak lain adalah kembali menggencarkan kegiatan 3T ini.

"Kita akan fokus memperbanyak Tracking Tracing dan Testing (3T)," ujar Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina, Rabu (6/10/2021) siang.

Baca juga: Masih Berstatus PPKM Level 4, Ini yang akan Diterapkan Pemko Banjarmasin Hingga 18 Oktober 2021

Baca juga: Masih PPKM Level 4, PTM SMA SMK di Banjarmasin Diminta Ditunda

Baca juga: Banjarmasin PPKM Level 4, Kadinkes Kalsel Sebut Angka Kematian Meningkat dari Nol Jadi 27 Kasus

Dibeberkan oleh Ibnu, salah satu catatan yang disampaikan oleh KPC-PEN adalah kapasitas respon yang dianggap masih rendah.

"Jadi petugas kita harus lebih banyak lagi mengambil sampel," jelasnya.

Dibeberkan juga oleh Ibnu bahwa berdasarkan data yang ada, beberapa indikator yang menjadi syarat penentuan PPKM sudah mengisyaratkan Banjarmasin sudah turun level.

"Faktanya di RS Ulin hanya tinggal lima pasien, dan dua ruangan Covid-19 sudah ditutup. Kemudian di RS Sultan Suriansyah sudah tidak ada lagi pasien Covid-19. Dan kalau data di Dinkes Provinsi, angka minggu lalu belum terinput," katanya.

Baca juga: Protes Banjarmasin Kembali Ditetapkan PPKM Level 4, Wali Kota : Berdasarkan Indikator Harusnya Turun

Terkait dengan perbedaan data ini, Ibnu pun mengatakan akan tetap mencoba melakukan sinkronasi data.

"Kami tetap minta ini dikonfrontir datanya. Mungkin dengan surat tertulis, dan mudahan ada perubahan," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved