Mengenal Metode Persalinan

Mengenal Metode Persalinan Normal dan Operasi Caesar, Pertimbangan Kelebihan dan Kekurangannya

Mengenal jenis persalinan normal dan operasi caesar pada ibu melahirkan.Keuntungan dan Risiko Melahirkan Normal dan operasi caesar.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost
perbincangan di program BTalk dengan narasumber RR Sri Nuriaty Masdiputri, SST, M.Keb, dosen Kebidanan FKIK UMB. 

Keuntungan dan Risiko Melahirkan Normal

Persalinan normal adalah cara alami melahirkan bayi melalui vagina tanpa pembedahan. Metode ini dianggap sebagai cara paling aman dan paling disarankan untuk kondisi kehamilan yang sehat.

Ada beberapa keuntungan melahirkan normal, antara lain:

1. Proses pemulihan dan rawat inap di rumah sakit lebih cepat.
2. Risiko munculnya masalah kesehatan pada bayi lebih sedikit.
3. Mempercepat proses bonding antara ibu dan bayi.
4. Jika di kemudian hari melahirkan lagi, proses persalinan normal bisa lebih cepat dan singkat.
5. Bisa melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) atau memberikan ASI pada bayi segera setelah melahirkan.

Baca juga: Tips Merawat Kecantikan Kulit Menggunakan DNA Salmon, Berawal dari Negeri Ginseng Korea Selatan

Sementara risiko melakukan persalinan normal adalah:

1. Terjadinya komplikasi tak terduga saat persalinan, misalnya perdarahan hebat.
2. Vagina harus dijahit jika robek atau digunting (episiotomi).
3. Bila ukuran bayi terlalu besar, ada kemungkinan memerlukan bantuan persalinan, seperti vakum atau forceps.
4. Kelelahan akibat proses persalinan yang lama dan sulit.
5. Apabila kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan tidak memiliki faktor penyulit, maka cara melahirkan normal adalah yang paling disarankan.

Keuntungan dan Risiko Melahirkan Caesar

Operasi caesar dilakukan dengan membuat sayatan melintang di perut dan rahim ibu. Ada beberapa kelebihan dari persalinan melalui operasi caesar, antara lain:

bekas Operasi Caesar
bekas Operasi Caesar (Nikita)

1. Bisa memilih sendiri waktu persalinan (operasi caesar elektif).
2. Menurunkan risiko cedera kelahiran, seperti distosia bahu (tersangkutnya bahu janin dan tidak dapat dilahirkan) atau janin mengalami patah tulang.
3. Menurunkan risiko terjadinya inkontinensia urine dan prolaps organ panggul (turun peranakan).
4. Lebih dianjurkan untuk ibu hamil yang memiliki penyulit atau komplikasi kehamilan.

Meski memiliki keunggulan, metode persalinan caesar juga memiliki kekurangan atau risiko, yaitu:

1. Proses pemulihan dan rawat inap di rumah sakit lebih lama dibandingkan persalinan normal.
2. Luka operasi menimbulkan bekas luka dan rasa nyeri. Proses pemulihannya pun tergolong lama, bisa berminggu-minggu bahkan hingga beberapa bulan.
3. Terbatas melakukan aktivitas selama setidaknya 6 minggu setelah operasi.
4. Terjadinya komplikasi akibat anestesi, seperti mual, mengantuk, pusing, sakit kepala parah, hingga kerusakan saraf.
5. Terjadinya komplikasi akibat operasi, seperti penyumbatan pembuluh darah, infeksi, perdarahan, hingga adhesi (tumbuhnya jaringan parut yang membuat organ di dalam perut menempel satu sama lain).
6. Kemungkinan kembali melakukan operasi caesar di proses persalinan selanjutnya.
7. Plasenta previa di kehamilan selanjutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved