PON Papua 2021

Raih Perunggu PON XX Papua 2021, Litfter Kalsel Riska Ternyata Raih Medali Saat Alami Kaki Kram

lifter putri Banua, Riska Nur Amanda yang berhasil meraih medali perunggu kelas 49 kilogram di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Hari Widodo
Mudji untuk BPost
Riska atlet angkat besi kalsel raih perunggu di PON XX Papua 2021, Rabu (6/10/2021). 

BANJARMASIN POST.CO.ID - Penantian angkat besi selama 17 tahun menyumbangkan medali bagi kontingen Kalimantan Selatan akhirnya terwujud.  Ini berkat keberhasilan lifter putri Banua, Riska Nur Amanda yang berhasil meraih medali perunggu kelas 49 kilogram di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, Rabu (6/10/2021) sore.

Terakhir Kalsel berhasil menyumbangkan medali emas, perak dan Perunggu di PON XVI di Palembang tahun 2004 melalui Heri Setiawan, Prapti, Agus dan kawan-kawan.

Selain angkat besi, PABBSI Kalsel juga meraih medali emas, perak dan perunggu melalui Jasmi, Agustina di angkat berat serta Wimpy, Nico Wombaci dan kawan-kawan di binaraga.

Riska berhasil meraih medali perunggu dengan total angkatan angkatan 167 kilogram.

Baca juga: Turun di Kelas 49 KG Cabor Angkat Besi PON XX Papua 2021, Riska Raih Medali Perunggu untuk Kalsel

Baca juga: Tak Pernah Menang, Tim Bola Basket Putra Kalsel Huni Juru Kunci di Pool A PON XX Papua 2021

Baca juga: Tim Takraw Kalsel Terhenti di Perempatfinal Nomor Double Event PON XX Papua 2021

Medali emas diangkatan tersebut diraih Windi Cantika Aisyah asal Jawa Barat yang merupakan peraih medali perunggu di Olympiade Tokyo tahun 2021 lalu dengan total angkatan 192 kilogram.

Medali perak diraih lifter asal Jawa Tengah, Siti Nafisatul dengan total angkatan 170 kilogram.

Sebenarnya, lifter kelahiran Banjarmasin, 5 Agustus 2002 ini berpeluang meraih medi perak setelah di angkat snact mampu mengangkat barbel seberat 76 kilogram diangkatan kedua.

Diangkatan ketiga Riska berusaha menambah beban 2 kilogram menjadi 78 kilogram, tapi gagal.

Sementara lifter asal Jabar, Siti hanya mampu mengangkat barbel 75 kilogram sedangkan Cantika 87 kilogram.

Saat tampil di clean & jerk, musibah menimpa Riska, mengalami kram di paha kanan, sehingga dua kali gagal mengangkat barbel 91 kilogram. Untungnya diangkatan ketiga, barbel berhasil diangkatnya, sehingga meraih perunggu.

"Syukur Alhamdulillah, saya berhasil meraih medali perunggu. Ini peningkatan dibanding sebelumnya, hanya menempati peringkat keempat di Pra PON lalu," kata Riska yang dihubungi di Papua, Rabu sore.

Ditambahkan mahasiswi semester 3 jurusan Olahraga di Universitas Negeri Jakarta ini, keberhasilan ini tak lepas motivasi pelatih Mujiyanto dan isteri Suyati selama latihan maupun bertanding.

"Saya berharap keberhasil ini menjadi kebangkitan angkat besi Kalsel di masa jaya dulu yang selalu menyumbang medali emas, perak maupun perunggu," tandasnya.

Riska yang asli Urang Banjar ini pun bercerita, terjun di angkat besi saat kelas VI SD tahun 2016. "Saya penasaran melihat orang latihan angkat besi dan akhirnya mencoba, ternyata jatuh cinta," ucapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved