Breaking News:

Perusahaan di BUMN Dibubarkan

Tujuh Perusahaan di BUMN Bakal Dibubarkan, Merugi dan Sudah Lama Tak Beroperasi

Kementerian BUMN segera membubarkan tujuh perusahaan pelat merah yang sudah lama tidak beroperasi, tetapi masih ada karyawannya.

Editor: M.Risman Noor
Dok. BNPB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID  - Tujuh perusahaan milik BUMN bakal dibubarkan. Hingga kini perusahaan tersebut tak lagi beroperasi. Namun karyawannya masih ada.

Tujuh perusahaan tersebut merugi dan kementerian BUMN pun berpikir untuk segera membubarkan tujuh perusahaan pelat merah itu.

Dari tujuh perusahaan milik BUMN ini, dua diantaranya akan ditargetkan bakal dibubarkan terlebih dahulu dalam waktu dekat.

“Terdekat ini yang mau kita kejar pembubarannya adalah Iglas (PT Industri Gelas) dan juga PT Kertas Kraft Aceh,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga secara virtual, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Oknum Pegawai Bank BUMN Tilep Rp 45 Miliar Dana Nasabah Prioritas, OJK Minta Bank Ganti Rugi

Baca juga: Bisnis Travel Wisata Masih Mati Suri, Pengusaha Berharap Kebijakan Berpihak Mendongkrak Usaha Travel

“Iglas ini memang sudah kita lakukan pembayaran ke karyawan. Pembubaran bisa melalui mekanisme seperti PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang). Kita lihat saja prosesnya, kita kejar target bisa dua (BUMN terlebih dahulu),” sambungnya.

Pertemuan virtual PMI Kota Banjarmasin dengan PMI Pusat bersama Menteri BUMN, Senin (8/2/2021).
Pertemuan virtual PMI Kota Banjarmasin dengan PMI Pusat bersama Menteri BUMN, Senin (8/2/2021). (banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)

Dilansir WartaKotalive.com dengan judul Dari 7 Perusahaan Pelat Merah yang 'Sakit', 2 BUMN Ini Ditargetkan Bubar dalam Waktu Dekat.Seperti diketahui, ketujuh BUMN tersebut yaitu, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Istaka Karya (Persero).

Kemudian, PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).

Arya mengatakan, langkah-langkah konkret terus dilakukan Kementerian BUMN demi mempercepat pembubaran tujuh perusahaan pelat merah tersebut.

“Kenapa baru sekarang dibubarkan? Karena kita mau bikin kepastian ke semuanya. Karena selama ini tidak ada langkah-langkah konkret yang dibuat. Makanya Pak Erick menegaskan 7 perusahaan ini harus dibubarkan,” pungkas Arya.

Baca juga: BSU di Bulan Oktober 2021 Pencairan Terakhir, Cek Penerima Bantuan Cukup via Handphone

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir juga pernah mengatakan, dirinya bersimpati terhadap karyawan di tujuh BUMN tersebut yang nasibnya terkatung-katung.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved