Breaking News:

Berita HSS

HSS Berstatus Siaga Karhutla dan Banjir, Ini Perkiraan Cuaca di HSS

Bupati Hulu Sungai Selatan, Achmad Fikry mengatakan, pihaknya sudah lama mengeluarkan status siaga untuk karhutla serta bencana banjir.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
BPBD HSS untuk BPost
Tittik api muncul di HSS, Kamis (7/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Belum lama tadi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat di 18 wilayah Indonesia. BMKG juga memperingatkan potensi banjir maupun banjir bandang di 18 wilayah tersebut. 

Peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG pada 2 Oktober 2021 tersebut berlaku untuk 3 Oktober 2021 pukul 07.00 WIB sampai 4 Oktober 2021 pukul 07.00 WIB. 

Kalsel termasuk dalam 18 wilayah  potensi banjir dan banjir bandang yang diperingati oleh BMKG. Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga termasuk wilayah yang berpotensi saat ini.

Rupanya, hingga sekarang Hulu Sungai Selatan masih berstatus siaga.

Baca juga: Lima Heli Water Bombing Kewalahan Atasi Karhutla di HSS, BPBD Kalsel Tambah 1 Heli Lagi

Baca juga: Dampak Bibit Siklon Tropis 92W, Kalsel Bakal Alami Curah Hujan Tinggi Hingga Ancaman Banjir

Baca juga: Kalsel Terdampak Siklon Tropis, BPBD Tanbu Minta Nelayan Tak Melaut

Bupati Hulu Sungai Selatan, Achmad Fikry mengatakan, pihaknya sudah lama mengeluarkan status siaga untuk kebakaran hutan dan lahan serta bencana banjir.

Apalagi, di kecamatan juga sudah dibuat posko-posko siaga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Syamsudin mengatakan, pada bulan Oktober ini intensitas kemarau dan hujan di Hulu Sungai Selatan masih 50 persen sama.

Sedangkan untuk November akan ada peningkatan curah hujan dengan presentase 60 persen hujan dan 40 persen panas.

Peningkatan curah hujan akan berada dipuncaknya pada akhir Desember dan awal Januari nanti.

"Awal Desember curah hujan juga akan terus meningkat teriring dengan puncak musim penghujan," bebernya.

Sementara itu, hingga saat ini masih ditemukan titik api di Hulu Sungai Selatan. Total ada 140 titik api dengan luasan 225 hektare lahan terbakar.

140 titik api ini tersebar di seluruh Hulu Sungai Selatan. Namun, dibeberkan Syamsudin jika titik api tersebut 80 persen berada di wilayah Daha.

Baca juga: Karhutla Kalsel, 2 Helikopter Jatuhkan Bom Air di Lahan Terbakar Lianganggang dan Gambut

Sisanya di Kecamatan Padang Batung, Loksado, dan wilayah lainnya.

"Pemadaman kami lalukan dengan perimbangan jarak, alat, dan sumber air. Semakin sulit dijangkau maka akan dibantu oleh BPBD Provinsi melalui water boombing," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved