Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pemprov Kalsel Dorong Percepatan Ekspor Sarang Walet

rata-rata perbulan lalu lintas domestik Sarang Burung Walet Kalsel ke berbagai provinsi mencapai 13 ton/bulan. 

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Petugas di pabrik membersihkan sarang burung walet, Kamis (7/10/2021). 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalsel dalam rangka percepatan dan peningkatan ekspor komoditas pertanian khususnya Walet, bersama Balai Karantina Pertanian Banjarmasin  melakukan kunjungan ke tempat pemrosesan sarang burung Walet milik PT. Agrika Gatya Arum di Kota Banjarmasin. 

Selama ini ekspor dilakukan melalui Surabaya dengan volume 70-100 kg per minggu, Kamis (7/20). 

Dalam kunjungan ini dilakukan pembinaan untuk percepatan ekspor melalui Bandara Internasional Banjarmasin. 

Untuk itu akan dilaksanakan rapat dengan stake holder terkait dalam hal ini pihak perusahaan penerbangan dan PT. Angkasa Pura serta stake holder. 

Baca juga: Pencurian di Kalsel, Pembobol Sarang Walet dan Pelaku Pecah Kaca Mobil di Tabalong Dibekuk

Baca juga: Wisata Kalsel, di Era 80-an Gua Liang Riamadungan Tala Dipenuhi Sarang Burung Walet

Baca juga: Menjanjikan, Ekspor Albumin Ikan Haruan dan Sarang Walet dari Kalsel

Selain itu dari perusahaan pemprosesan sarang burung walet juga dilakukan pembinaan untuk penyusunan SNI ke LSPro dengan langkah awal bersurat ke Direktur Perbibitan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

Dari sektor komoditas hewan, sarang burung walet (SBW) memiliki potensi sebagai penyumbang pendapatan daerah provinsi Kalsel. 

Achmad Gozali, Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, sebelumnya mengatakan rata-rata perbulan lalu lintas domestik SBW Kalsel ke berbagai provinsi mencapai 13 ton/bulan. 

Di beberapa provinsi, SBW Kalsel ini dijadikan bahan baku untuk memenuhi permintaan pasar Tiongkok.

Untuk itulah, Karantina Pertanian Banjarmasin mendorong para pengusaha sarang walet Kalsel untuk membangun rumah produksi SBW sendiri di Kalsel agar dapat tembus langsung pasar Tiongkok. 

Menurut Ghozali di pulau Kalimantan, rumah produksi SBW baru ada satu di Ketapang.

Apalagi saat ini Bandara Syamsudin Noor sedang dalam tahap pembangunan menjadi bandara internasional, ini merupakan kesempatan emas untuk mengajukan penerbangan Banjarmasin - Tiongkok secara langsung, guna dapat mendukung upaya ekspor sbw Kalsel ke Tiongkok.

Baca juga: Pajak Sarang Burung Walet Minim, Ini Cara Pemkab HSS Genjot PAD

Ghozali menambahkan untuk membangun rumah produksi walet yang sesuai standar ekspor Tiongkok, Karantina Pertanian Banjarmasin siap membantu dengan melakukan bimbingan teknis yang ada pada program Agro Gemilang. 

Jika kita dapat mewujudkan upaya ekspor SBW  langsung ke Tiongkok, tentu ini akan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi kesejahteraan petani walet Kalsel dan bagus untuk pendapatan provinsi.

"Jadi saya mengajak seluruh stakeholder yang ada di provinsi Kalsel untuk saling bersinergi untuk merealisasikan akselerasi ekspor sbw asal Kalsel ini," tandas Jamil. (Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved