Breaking News:

Berita Tabalong

SMPN 4 Haruai Terpaksa Numpang ANBK di Sekretariat Kwarcab Tabalong, Gegara Tak Ada Internet

Berada di pelosok di Desa Dambung Raya,membuat siswa SMPN 4 Haruai menumpang ANBK di Kwarcab Tabalong

Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Murid SMPN 4 Haruai Desa Dambung Raya kecamatan Bintang Ara laksanakan ANBK menumpang tempat di sekretariat kwarcab Tabalong, Kamis (7/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pelaksanaan ANBK yang dilakukan secara online membuat peserta didik di SMPN 4 Haruai, harus menumpang pelaksanaan ke lokasi yang mendukung ketersediaan jaringan internet.

SMPN 4 Haruai  memang berada di desa yang tergolong berada di pelosok, tepatnya di Desa Dambung Raya, Kecamatan Bintang Ara, akibatnya tak mendapatkan dukungan jaringan ineternet.

Sehingga untuk bisa melaksanakan ANBK, sekolah ini menumpang tempat di sekretariat Gerakan Pramuka Kwarcab Tabalong di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Tanjung, Kecamatan Tanjung.

Pelaksanaan ANBK mereka lakukan selama dua hari, Rabu (6/10/2021) dan Kamis (7/10/2021) dengan tetap menerapkan pengawas silang dari sekolah lain.

Baca juga: Tak Ada Internet, Begini Perjuangan Murid SMPN 4 Haruai Tabalong Turun Gunung untuk Bisa Ikuti ANBK

Baca juga: Jaringan Internet Lelet, KBM Daring di Kurau Tak Lancar, Pola ini yang Dilakukan

Kepala SMPN 4 Haruai, Syamsul Ma'arif, yang ditemui di sela-sela pelaksanaan ANBK, Kamis (7/10/2021), mengatakan, saat ini untuk jaringan internet di sekolah mereka memang tidak bisa mendukung untuk menggelar ANBK.

Dengan pelaksanaan ANBK yang keseluruhannya dilakukan secara online dan sangat bergantung pada jaringan internet, maka agar bisa melaksanakan mereka pun rela turun gunung ke ibukota kabupaten.

"Sinyal tidak bisa diterima dengan stabil, karena ini sifatnya full online maka kami harus turun gunung ke kabupaten untuk bisa melaksanakan kegiatan ini," katanya.

Dimana berkat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kwarcab Tabalong, maka pelaksanaan ANBK dipilih untuk dilaksanakan di sekretariat  Kwarcab Tabalong.

Dalam pelaksanaannya, komputer yang digunakan merupakan milik sekolah dengan jumlah murid yang ikut ANBK sebanyak 16 orang.

Pelaksanaan dibagi dalam dua sesi selama dua hari, dimana dalam satu sesinya ada 8 murid yang ikut ANBK.

"Alhamdulillah sampai hari ini pelaksanaan lancar, jaringan dan listrik tidak ada kendala," ucapnya.

Diceritakannya juga karena lokasi pelaksanaan ANBK yang cukup jauh dari sekolah dan tempat tinggal, maka murid beserta guru pendamping juga harus bermalam di sekretariat kwarcab.

Begitu pula keluarga yang mendampingi murid juga ada yang ikut bermalam sampai pelaksanaan ANBK selesai dijalani.

Baca juga: Penerapan Pembelajaran Daring di Beberapa Wilayah di Tabalong, Sinyal Internet Jadi Keluhan

Untuk lama perjalanan sendiri dari Desa Dambung Raya ke sekeretariat kwarcab, apabila dalam cuaca panas bisa tembus antara 4 sampai 5 jam. 

Dirinya pun berharap persoalan jaringan ini bisa segera teratasi mengingat selain sekolah mereka juga ada beberapa SD yang memerlukan apabila ada kegiatan dengan sistem online menggunakan jaringan internet.(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved