Breaking News:

Berita Banjar

Cegah Perkawinan Anak Lewat Konseling Puspaga Intan Baiduri Kabupaten Banjar

Pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) Intan Baiduri sebagai terobosan upaya menekan dan mencegah pernikahan anak bawah umur di Kabupaten Banjar

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Petugas Puspaga Intan Baiduri dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjar berikan konseling pemohon dispensasi perkawinan di Pengadilan Agama. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) Intan Baiduri sebagai terobosan upaya menekan dan mencegah pernikahan anak bawah umur di Kabupaten Banjar.

Pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) Intan Baiduri adalah inovasi layanan publik Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjar.

Tujuan Puspaga Intan Baiduri memberikan informasi dan pengetahuan bagi pemohon dispensasi perkawinan dan keluarga calon pengantin.

Selain itu, upaya mencegah agar ranking pernikahan anak di Kabupaten Banjar tidak tinggi se Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Baca juga: Masuk Passing Grade PPPK Guru Tahap I Tapi Tak Lulus, Bisa Ikut Gelombang Selanjutnya Tanpa Tes

Baca juga: Kebakaran Banjarmasin, Warga Trauma Kejadian 2016 Terulang di Gang Proklamasi Jalan RE Martadinata

Baca juga: Banjarbaru PPKM Level 3,  Hari Ini Cinepolis Q Mall Buka Perdana Setelah Tutup 3 Bulan

Puspaga Intan Baiduri berada di salahsatu sudut kantor Pengadilan Agama Martapura, Jalan Perwira, Desa Tanjung Rema, Kecamatan Martapura.

Layanan itu terbuka satu pekan dua hari yakni, setiap Selasa dan Kamis dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita.

Dewi Heriani, konselor pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjar, mengatakan saat ini pemohon dispensasi perkawinan dari Kecamatan Aluhaluh dan Martapura serta Astambul.

"Tiga poin yang saya sampaikan saat konseling, risiko persalinan muda, perceraian dalam keluarga tinggi, kelahiran anak yang stunting," ujarnya, Jumat (8/10/2021).

Rusydah, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Banjar menambahkan Puspaga ada di seluruh Indonesia.

Banyak hal yang dapat dilakukan di Puspaga. Cuma di Kabupaten Banjar yang memberikan konseling terhadap pemohon dispensasi perkawinan.

"Kami melakukan perjanjian kerjsama dengan Pengadilan Agama Martapura," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved