Breaking News:

Berita Banjarbaru

Mengais Rezeki di Banjarbaru, Badut yang Ditertibkan Satpol PP Banyak dari Dua Kota ini

Para badut beserta kostumnya dibawa ke Kantor Satpol PP Banjarbaru diberikan pengarahan dan surat pernyataan

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Eka Dinayanti
yanto untuk bpost
Satpol PP Banjarbaru tertibkan sejumlah badut yang mangkal di tempat yang dilarang di Jalan A Yani Km 31, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru kembali menertibkan badut di ruas Jalan A Yani Km 31, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Dijelaskan PPNS Seksi Opsdal Satpol PP Banjarbaru, Yanto Hidayat, badut ini melanggar peraturan melakukan aktifitas di tempat yang tidak seharusnya.

"Mereka dengan kostumnya mangkal di tempat yang tidak diperbolehkan Pemerintah Kota Banjarbaru, seperti di Lampu Merah Brimob, SPBU Coco dan SPBU Loktabat," kata Yanto, Minggu (10/10/2021).

Para badut beserta kostumnya dibawa ke Kantor Satpol PP Banjarbaru diberikan pengarahan dan surat pernyataan untuk tidak mangkal di tempat yang tidak seharusnya.

Baca juga: Melebihi Batas Muatan, Tiga Truk Fuso Melintas di Banjarbaru Kena Tilang

Baca juga: Narkoba Kalsel, Acong Diciduk Petugas Polsek Banjarbaru Barat Gara-gara Pengakuan Yahya

Selain membuat surat pernyataan, pihak Satpol PP turut memberikan tindakan tegas berupa penyitaan kostum badut untuk sementara waktu selama enam bulan.

Hal ini dilakukan agar tidak mengulangi aktivitas atau mangkal di tempat yang jelas dilarang oleh Pemerintah Kota Banjarbaru.

Lebih lanjut Yanto mengatakan, penertiban ini bukanlah yang pertama kali sebelumnya sudah pernah dilakukan hal yang sama.

"Dan sebenarnya 2018 silam sudah dilakukan pertemuan dengan para pengusaha badut dan sudah diperoleh kesepakatan," ungkapnya.

Adapun kesepakatan tersebut, diantaranya tidak boleh beraktivitas sebagai badut di Jalan A Yani, depan SPBU hingga depan Q Mall Banjarbaru.

Alasan diberikannya larangan di tempat-tempat tersebut untuk ketertiban serta dikhawatirkan membahayakan keselamatan dirinya sendiri.

Baca juga: Jemput Bola ke Sekolah, Disdukcapil Balangan Datangi TK untuk Pelayanan KIA

Baca juga: Yayasan Sayangi Sesama Tabalong Inisiasi Lahirnya Majelis Nurul Anwar Kambitin

"Penertiban ini bukan berarti mereka tidak diberikan kebebasan untuk beraktivitas, boleh misalnya di jalan lingkungan, di depan rumah makan, Murjani, di taman. Intinya yang tidak mengganggu ketertiban dan membahayakan keselamatan," tegasnya.

Badut, sambung Yanto, merupakan penghibur bukan pengemis.

Masih menurutnya, diantaranya Badut yang dijaring terdapat anak di bawah usia 17 tahun, dan kebanyakan Badut-badut yang ditemukan dari Kabupaten Kota tetangga, yaitu Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.
Sementara yang dari Banjarbaru ada namun jarang.

Diantaranya Badut yang baru ditertibkan, A (39) dan FS (17) warga Jalan Pangeran Dalam, Rt 8/21, AR (31) warga Kelayan A, Rt 5, Banjarmasin dan SA (33) warga Sungai Tiung, Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved