Breaking News:

Eksotisme Sungai Alam Riamadungan

Wisata Kalsel - Air Sungai Alam Riamadungan Tanahlaut Bersumber dari Pegunungan

Riamadungan desa yang berdekatan dengan pegunungan. masih menghijau dan diselubungi pepohonan serta hutan.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Inilah penampakan Sungai Pandan di Desa Riamadungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, yang masih sangat alami. Airnya segar dan jernih bak kaca. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kealamian sungai di Desa Riamadungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tak diragukan lagi.

Pasalnya, air sungai setempat memang langsung bersumber dari pegunungan.

Sekadar diketahui, Riamadungan merupakan desa yang berdekatan dengan pegunungan.

Itu sebabnya desa berjarak puluhan kilometer dari ibu kota kecamatan tersebut masih menghijau dan diselubungi pepohonan serta hutan.

"Sungai di desa kami memang masih sangat alami. Apalagi sekarang di bagian hulu kan sudah tidak ada lagi kegiatan tambang sehingga airnya sangat jernih," ucap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Alam Desa Riamadungan, Iriansyah, Minggu (10/10/2021).

Namun diakuinya pascahujan saja air sungai setempat menjadi agak keruh.

Baca juga: Wisata Kalsel, Segarnya Sungai Alam Riamadungan Tanahlaut yang Masih Perawan

Ini dikarenakan sisa-sisa galian tanah eks aktivitas tambang di bagian hulu terbawa air hujan dan mengalir ke sungai.

Namun kekeruhan tak berlangsung lama dan segera kembali jernih.

Iriansyah menuturkan hulu sungai di kampungnya tersebut langsung terhubung dengan aliran air pegunungan.

Inilah penampakan Sungai Pandan di Desa Riamadungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, yang masih sangat alami. Airnya segar dan jernih bak kaca.
Inilah penampakan Sungai Pandan di Desa Riamadungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten
Tanahlaut, Kalsel, yang masih sangat alami. Airnya segar dan jernih bak kaca.
(banjarmasinpost.co.id/roy)

"Saya lupa nama gunungnya. Yang jelas desa kami berbatasan dengan Kabupaten Banjar. Batasnya di puncak gunung itu. Kalau ke sini masuk Riamdungan, kalau ke sanananya masuk Riamkanan (Banjar)," sebutnya.

Dikatakannya, waktu tempuh menyusuri hulu sungai tersebut menyita waktu sekitar dua hari.

"Berkilo-kilometer juga jaraknya. Kalau ke hilirnya nyambung ke sungai ada di Desa Kintapura di kawasan jalan nasional. Jaraknya mungkin sekitar 40 kilometer, jauh karena sungainya berkelok-kelok," tandas Iriansyah.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved