Breaking News:

Berita Banjarmasin

Antisipasi Karhutla di Kalsel, Polda Kalimantan Selatan Siagakan Dua Kompi Personel

Meski tahun ini Kalsel kemarau basah, Polda Kalsel menyiagakan dua kompi personel untuk penanganan dan pencegahan Karhutla.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Subchan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski tahun ini Kalsel kemarau basah, Polda Kalsel menyiagakan dua kompi personel untuk penanganan dan pencegahan Karhutla.

"Kami persiapkan personel baik dari Brimob maupun Samapta. Brimob isatu kompi, Samapta juga satu kompi," ungkap Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Kalsel Kombes Pol Nur Subchan, Senin (11/10/2021).

Pergerakan personel Polda Kalsel maupun dari polres Jajaran dalam pengendalian Karhutla beriringan dengan stakeholder lainnya termasuk tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Kita membantu memadamkan. BPBD kan juga membuat posko, selama ada permintaan pasti kami turunkan personel. Kita tidak bisa bekerja sendiri tapi bersama-sama," terang Nur Subchan.

Baca juga: Heboh Sudah Jadi Mayat, Jasad Pria Banjarmasin Ini Ditemukan Dalam Posisi Sujud

Baca juga: BPBAT Mandiangin Budidaya Ribuan Ekor Ikan Gabus Haruan, Siapkan Indukan dan Teknologi Pembenihan

Baca juga: BREAKING NEWS: Kota Banjarmasin Tak Lagi PPKM Level 4, Turun ke Level 3 di Penanganan Covid-19

Personel Kepolisian di lapangan kata dia juga dibantu dengan Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian (ASAP) Digital Nasional.

Dimana aplikasi yang diluncurkan oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo itu memungkinkan anggota dengan cepat mengetahui titik api guna meminimalisir terjadinya Karhutla.

ASAP Digital Nasional juga berintegrasi dengan aplikasi digital penanganan Karhutla lainnya yang dimiliki oleh sejumlah Kementerian atau Lembaga, BUMN dan juga Kepolisian Daerah Jajaran.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap hati-hati terhadap risiko munculnya Karhutla meski dari hal kecil sekalipun.

"Untuk masyarakat kami imbau untuk jangan membuang benda yang bisa berpotensi menimbulkan kebakaran, sekecil apapun. Apalagi dengan sengaja melakukan pembakaran lahan atau hutan," kata Karo Ops.

Pasalnya, jika didapati ada indikasi unsur pidana, maka kata dia Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalsel tentu akan melakukan penyelidikan.

(banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved