Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

BPBAT Mandiangin Budidaya Ribuan Ekor Ikan Gabus Haruan, Siapkan Indukan dan Teknologi Pembenihan

Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin saat ini fokus kembangkan potensi pembenihan dan budidaya ikan gabus (haruan) di Kalsel.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Kolam budidaya ikan gabus (haruan) di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. 

BANJARMASINBPOST, BANJARBARU - Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin saat ini fokus kembangkan potensi pembenihan dan budidaya ikan gabus (haruan) di Kalsel.

Harga ikan gabus (haruan) merangkak naik menjadi Rp 66.500 per kilogram dari pekan sebelumnya Rp55.000 per kilogram. Data ini adalah data per Senin (11/10/2021) dari Dinas Perdagangan Kalsel.

Komoditi ikan tawar yang naik juga ada pada ikan nila yang naik Rp 200 menjadi harga Rp 35.000 per kilo.

Sementara untuk ikan papuyu turun menjadi Rp 82.700 atau turun Rp 2.300 dari harga sebelumnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kota Banjarmasin Tak Lagi PPKM Level 4, Turun ke Level 3 di Penanganan Covid-19

Baca juga: Mulai Besok Kota Banjarmasin Terapkan PPKM Level 3

Baca juga: Cegah Premanisme, Personel Polsek Banjarbaru Barat Patroli ke Lianganggang

Ya, ikan haruan ini termasuk komoditi ikan air tawar yang sangat diminati.

Diketahui produksi ikan Haruan dari hasil budidaya pada tahun 2020 hanya 10.988 ton. Sementara kebutuhan pertahun di Kalsel sebesar 133 ribu ton. Artinya produksi ikan haruan di Kalsel sangat kurang sekali.

Induk ikan gabus (haruan) untuk pembenihan.
Induk ikan gabus (haruan) untuk pembenihan. (banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Namun dari sektor bisnis. Budidaya ikan haruan ini cukup menjanjikan. Sebab permintaan ikan Haruan ini terus meningkat. Bahkan ikan Haruan selalu menjadi penyumbang Inflasi di Kalsel.

Permintaan ikan Haruan yang sangat besar itu, ternyata tidak bisa tercukupi dari hasil tangkapan liar atau budidaya dari Kalsel saja. Untuk menutupi kekurangan, Haruan didatangkan dari provinsi tetangga yaitu Kalteng.

Melihat potensi ikan haruan di air tawar ini, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin, Andy Artha Donny Oktopura, terus mengembangkan budidaya dan melatih para petani dan dikembangkan petani haruan di beberapa daerah.

"Termasuk nanti di Balangan juga ada kami Latih," kata dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved