Breaking News:

Kabar DPRD Tanah Laut

Nelayan Tala Keluhkan Penggunaan Cantrang dari Nelayan Luar Pulau, DPRD Tala Siap Dampingi ke Pusat

DPRD Tala menegaskan komitmennya melakukan pendampingan hingga ke pusat guna menyelesaikan permasalahan cantrang yang dihadapi nelayan setempat.

Penulis: Idda Royani | Editor: Syaiful Akhyar
Hj Yuliani untuk banjarmasinpost.co.id
Nelayan Tala tergabung dalam HNSI menyuarakan aspirasi di DPRD Tala, Senin (11/10/2021). Mereka keluhkan aktivitas nelayan luar pulau yang menggunakan alat penangkap ikan berupa cantrang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - DPRD Kabupaten Tanahlaut (Tala) menegaskan komitmennya melakukan pendampingan hingga ke pusat guna menyelesaikan permasalahan cantrang yang dihadapi nelayan setempat.

Belakangan ini kalangan nelayan di daerah ini kerap dibuat resah oleh aktivitas nelayan dari luar pulau di perairan laut Tala yang menggunakan alat tangkap ikan berupa cantrang.

Cantrang merupakan alat tangkap ikan yang dilarang pemerintah karena dinilai membahayakan terhadap kelestarian ikan di lautan.

Namun hingga sekarang masih ada saja sebagian nelayan luar pulau yang menggunakan alat tangkap tersebut.

Nelayan Tala tergabung dalam HNSI menyuarakan aspirasi di DPRD Tala, Senin (11/10/2021). Mereka keluhkan aktivitas nelayan luar pulau menggunakan alat penangkap ikan berupa cantrang.
Nelayan Tala tergabung dalam HNSI menyuarakan aspirasi di DPRD Tala, Senin (11/10/2021). Mereka keluhkan aktivitas nelayan luar pulau menggunakan alat penangkap ikan berupa cantrang. (Hj Yuliani untuk banjarmasinpost.co.id)

Persoalan itu pun menggelinding ke gedung DPRD Tala di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari, Senin (11/10/2021) siang kemarin.

Perwakilan nelayan dari berbagai kecamatan di Tala menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat Tala.

Pertemuan berlangsung selama puluhan menit di ruang pertemuan lantai dua di lingkungan kantor DPRD Tala. Wakil Ketua Komisi II H Junaidi memimpin pertemuan tersebut.

Beberapa anggota dewan lainnya turut hadir, termasuk Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala Rizayadi.

Sejumlah tokoh nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tala tersebut juga hadir. Antara lain H Zainuddin yang juga menjabat kepala Desa Muara Asam-asam, Kecamatan Jorong.

"Kami akan membantu menyelesaikan permasalahan adanya penggunaan cantrang oleh nelayan dari luar Tala tersebut. Hingga ke pusat pun akan kami dampingi," tegas H Junaidi, Selasa (12/10/2021).

Pensiunan pejabat eselon II Pemkab Tala ini mengatakan cantrang merupakan alat melaut yang tidak ramah lingkungan dan mengganggu biota laut.

"Penggunaan cantrang pun dilarang oleh pemerintah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan nomor 018 tahun 2021 pasal 7 ayat 2," sebutnya.

Karena itu pihaknya akan mengawal aspirasi nelayan Tala tersebut hingga mendapat tindak lanjut yang memadai dari pemerintah pusat. Pasalnya penggunaan cantrang secara nyata merugikan nelayan Tala.

Pertemuan lanjutan dijadwalkan dilakukan Rabu hari ini di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala. Pihak-pihak yang hadir yakni dari HNSI Tala, Satuan Pengawasan Laut Provinsi Kalsel, dan pihak terkait lainnya. (AOL/*

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved