Breaking News:

Oettara Koffie Banjarmasin

Uniknya Kafe Oettara Koffie Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Menyerumput Kopi Sambil Menjelajah Buku

Uniknya kafe Oettara Koffie di Jalan Sultan Adam Banjarmasin ada kampung buku menyediakan ragam buku bacaan atau referensi bagi tamu pengunjungnya.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar
Fasilitas buku tersedia di samping tempat duduk Oettara Koffie di Jalan Sultan Adam Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Uniknya kafe Oettara Koffie di Jalan Sultan Adam Banjarmasin ada kampung buku menyediakan ragam buku bacaan atau referensi bagi tamu pengunjungnya.

"Kami kan bekerjasama dengan owner Kampung Buku (Kampung), sehingga bagi penikmat buku bisa mencari refrensi buku sambil mengerjakan tugas," kata Novriyandi Saputra, salah satu pengelolla Oettara Koffie.

Pecinta kopi yang datang ke Oettara Koffie kebanyakan generasi anak muda tak hanya seniman maupun mahasiswa baik yang sedang mengerjakan tugas kuliah maupun sekedar nongkrong dan berdiskusi.

Menurut pemilik Kampung Buku, Hajriansyah, Kampung Buku ini saling menunjang dengan Oettara Koffie.

Baca juga: Soal Pembangunan Objek Wisata Bendungan Tapin, PUPR Tapin Minta Ada Koordinasi dari Pusat

Baca juga: Menpan RB Tjahjo Kumolo : Tak Ada Penerimaan CPNS di Tahun 2022, Simak Pula Nasib PPPK

Baca juga: Uniknya Kafe Oettara Koffie di Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Nama Beda dari Pendiri Seniman Banua

Biasanya di Kambuk ada berbagai macam kegiatan dari diskusi buku, obrolan (sosial budaya) kontekstual, kelas menulis, kelas seni lukis dan teater dan lain-lain.

Termasuk menghadirkan kawan-kawan seniman budayawan dari luar daerah yang merupakan jaringan kami di luar daerah, makanya ada pembicara dari Yogyakarta, Jakarta, termasuk yang dari kabupaten/kota di Kalsel.

'jadi tak begitu susah mencari minuman kopi bagi tamu yang datang ke Kambuk," tandasnya.

Selain itu, bagi anak muda yang nongkrong ke sini secara tak langsung didekatkan dengan buku "Di Kambuk selain menjual buku-buku dengan berbagai genre bacaan dari sastra, seni budaya, sejarah, politik, agama," ucapnya.

Selain menjual buku, lanjut Hajriansyah, Kambuk juga menyediakan perpustakaan kecil dengan macam-macam buku yang didapatkan dari koleksi pribadi maupun sumbangan kawan-kawan pecinta literasi.

"Buku perpustakaan ini bisa dibaca di tempat sambil sekalian menikmati suguhan kopi dan camilan. Di Kambuk ada dua stand yang menyediakan minum dan makanan ringan: Oettara Koffie dan Warung Kopi Barukuan," jelasnya.

Jadi Kambuk selain menjadi ruang berkumpul seniman, budayawan, akademisi, pegiat literasi, jua tempat nongkrong anak muda.

(banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved