Breaking News:

Berita Banjar

Bikin Jembatan Alternatif ke Wali Lima, Warga Tunggul Irang Rakit Jamban Apung di Sungai Martapura

Warga Desa Tunggul Irang Ulu dan Desa Murung Kenanga di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
banjamasinpost.co.id/Mukhtar wahid
Jamban apung dirakit warga menjadi akses jembatan alternatif di Desa Murung Kenanga, Rabu (13/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Warga Desa Tunggul Irang Ulu dan Desa Murung Kenanga di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bergotong-royong, Rabu (13/10/2021). 

Jamban apung yang ada di bantaran Sungai Martapura, mereka susun membelah Sungai Martapura,  rakitnya mereka ikat hingga tersambung menyatu menjadi akses jembatan alternatif.  

Fungsi jamban apung itu tidak saja untuk warga yang ingin buang air kecil atau buang air besar, tetapi untuk akses menuju Kubah Wali Lima.  

Haji Rahmat, warga Desa Tunggul Irang Ulu mengatakan jamban apung itu dijadikan alternatif karena jembatan besi KH Badruddin dan jembatan gantung dipadati warga apabila peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.  

Baca juga: Pejabat Dinas PUPR Kabupaten Banjar Ini Sebut Jamban Apung Jadi Kultur

Baca juga: Jamban Apung Kembali Menjamur di Bantaran Sungai Martapura, Begini Target PUPR Kabupaten Banjar

Baca juga: Belasan Jamban Apung Desa di Wilayah Martapura Sudah Dieksekusi, Tinggal Segini Sisanya

Pengelola Kubah Wali Lima menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang bertepatan dengan peringatan haul wafatnya KH Muhammad Rosyad, ulama kharismatik Kabupaten Banjar. 

Peringatan haul ke 22 wafatnya KH Muhammad Rosyad itu dirangkai dengan lima ulama besar lainnya yang pusaranya berada di Desa Murung Kenanga. 

Desa Tunggul Irang Ulu dan Desa Murung Kenanga adalah dua wilayah desa yang dibatasi oleh Sungai Martapura. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved