Breaking News:

Tajuk

Fokus Vaksin PTM

Tak lagi menyandang status level 4, Pemko Banjarmasin bisa fokus menggelar PTM. Tentu saja PTM dilakukan dengan protokol kesehatan.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Banjarmasin akhirnya tidak lagi menyandang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Hal ini diumumkan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, melalui siaran virtual, Senin (11/10).
Dia menyatakan dari enam kabupaten kota di luar Jawa dan Bali, hanya Banjarmasin dan Kota Padang, Sumatera Barat, yang turun dari level 4.

Namun BPost belum mendapatkan informasi turun ke level berapa.

Berbagai situs termasuk milik pemerintah seperti https://setkab.go.id/ tak memberikan informasi mengenai hal tersebut. Terpenting bukan level 4. Mengapa? Karena level 4 begitu mengekang.

Paling jelas adalah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tidak bisa dilakukan. Belum lagi pembatasan yang sangat ketat terhadap pusat perbelanjaan.

Padahal anak-anak sudah terlalu bosan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Untuk ketahui level Banjarmasin selama ini memang naik turun. Termasuk pada Senin 4 Oktober, KPC-PEN menyatakan Banjarmasin kembali ke level 4.

Namun PTM tetap dilakukan sejumlah sekolah di Banjarmasin.

Tak lagi menyandang status level 4, Pemko Banjarmasin bisa fokus menggelar PTM. Tentu saja PTM dilakukan dengan protokol kesehatan.

Pemko juga bisa lebih fokus melakukan vaksinasi. Hal ini agar masyarakat kota terlindungi dari Covid-19.

Terlebih masyarakat sudah sangat menunggu kedua hal tersebut.

Persoalannya, selama ini pasokan vaksin terbatas. Padahal ini bagian dari penilaian pemerintah pusat.

Sekarang giliran kita yang ada di daerah meneriaki pemerintah pusat agar mengirim lebih banyak vaksin.
Pemerintah pusat jangan hanya sibuk memberikan level. Para pejabat di Jakarta juga harus memperhatikan pasokan vaksin.

Terlebih sebentar lagi akan banyak permintaan vaksin dari calon jemaah umrah. Kita tahu Kalsel merupakan salah satu daerah di Indonesia yang jemaah umrahnya paling banyak.

Jadi kita harus bersatu meneriaki pemerintah pusat untuk menyediakan vaksin agar masyarakat Kalsel bebas dari Covid, tidak lagi berlevel 4 dan anak-anak bisa sekolah dan bertemu teman serta gurunya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved