Breaking News:

Berita Banjarmasin

Keberatan Swab Antigen Jadi Syarat PTM SMA/SMK Wajib , Komisi IV DPRD Kalsel Protes Keras Disdik

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin memprotes keras kebijakan Disdik yang menjadikan swab antigen syarat PTM Pelajar SMA/SMK

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H Lutfi Saifuddin memprotes kebijakan Disdik Provinsi yang mensyaratkan swab antigen pelajar SMA/SMK untuk pelaksanaan PTM. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu syarat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mewajibkan peserta didik harus menyerahkan hasil tes antigen negatif sebelum PTM pertama diprotes Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin.

Ditemui saat rapat bersama Disdikbud Kalsel di DPRD Kalsel, Rabu (13/10/2021) ia mengaku akan melayangkan protes keras atas adanya kebijakan bagi pelajar tingkat SMA/SMK melakukan tes antigen untuk persiapan PTM.

"Kami akan mengirim surat sebagai protes keras kepada Satgas Covid-19 Kalsel," ujarnya.

Apalagi kata dia adanya kebijakan yang mewajibkan pelajar di tingkat SMA/SMK ini tanpa dibarengi bantuan apapun karena anggarannya tidak ada.

Baca juga: Terkendala Vaksinasi dan Swab Antigen, SMKN 2 Banjarbaru Belum Gelar PTM 4 Oktober

Baca juga: PTM Hari Pertama di Banjarbaru, Sekolah Sediakan Tempat Pembelajaran Outdoor

Baca juga: PTM SD/SMP Berlanjut, Disdik Banjarmasin Belum Dapati Laporan Kasus Covid-19 di Sekolah

Sedangkan lanjut Lutfi biaya bagi setiap siswa melakukan tes antigen tersebut paling murah Rp 70 ribu dan sifatnya hanya satu kali penggunaan. 

"Kalau dilakukan hanya satu kali tidak ada manfaat berkelanjutan, akhirnya hanya menimbulkan beban orang tua murid," paparnya.

Selain itu ia menilai keputusan Pemprov Kalsel tersebut juga tidak matang dan bukan menjadi solusi untuk saat ini.

Dengan pelaksanaan antigen tersebut, manfaat yang didapat juga tidak seimbang dengan PTM yang digelar berkelanjutan. 

"Memangnya PTM hanya digelar sekali, tentunya kami tidak setuju adanya kewajiban dari gugus tugas ini," tegasnya.

Dirinya pun meminta agar kebijakan yang dikeluarkan oleh gugus tugas tidak memberatkan masyarakat khususnya bagi pelajar yang akan melaksanakan PTM. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, M Yusuf Effendi 
menjelaskan pemberlakuan antigen ini hanya sekali untuk mengawali PTM. 

Baca juga: PTM SD/SMP Berlanjut, Disdik Banjarmasin Belum Dapati Laporan Kasus Covid-19 di Sekolah

Adapun untuk masalah anggaran agar tidak menjadi beban dirinya meminta agar kepala sekolah tingkat SMA/SMK berkoordinasi dengan Dinkes Pemprov Kalsel.

"Kita berharap nantinya adanya bantuan biaya dari Dinkes Kalsel berupa fasilitas antigen gratis untuk pelaksanaan tes antigen di sekolah sebelum hari pertama PTM itu," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved