Breaking News:

Berita Banjarbaru

Terdampak Refocosing Anggaran, Sebanyak 23 Paket Proyek di Pemprov Kalsel Dibatalkan

Terdampak refocusing anggaran karena Pandemi Covid-19, puluhan paket pekerjaan terpaksa ditunda untuk dilaksanakan di tahun 2021

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Rahmadin, Karo pengadaan barang dan jasa Setdaprov Kalsel. 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Terdampak refocusing anggaran karena Pandemi Covid-19, puluhan paket pekerjaan terpaksa ditunda untuk dilaksanakan di tahun 2021.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Setdaprov Kalsel, Rahmadin MY, Rabu (13/10/2021) menjelaskan bahwa dari 265 paket yang masuk, ada sebanyak 234 paket. 

"Dari itu, ada paket proyek yang masih dalam proses sebanyak 7 paket, dan 1 paket belum tayang. Kalau yang dibatalkan tahun ini karena refocusing sebanyak 23 paket," kata Rahmadin. 

Dia menjelaskan, capaian sampai dengan Bulan September Tahun Anggaran 2021 ini data/paket pengadaan yang sudahmasuk dan dikoordinir oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan
Selatan adalah sudah melakukan tender Untuk pelaksanaan tender dari Januari sampai dengan September 2021 ada 265 paket yang masuk. 

Baca juga: Sering Refocusing, Program di Anggaran HST Belum Maksimal Menyentuh Pemulihan Pascabanjir

Baca juga: Realisasi Dana Refocusing Covid-19 Dilaporkan Secara Umum, DPRD Banjarmasin Minta SKPD Hadir

"Tengah diproses pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa yang terdiri dari Konstruksi 144 paket, Konsultansi 65 paket, Pengadaan Barang 49 paket dan Jasa lainnya 7 paket , dengan nilai Rp. 530.698.460.568,26," urai Rahmadin MY. 

Dirincikannya, dari total 265 paket yang masuk dan diproses dirinci ada tender yang bersumber dari APBD murni sebanyak 168 paket dengan pagu anggaran Rp. 530.698.460.568,26 dan realiasi anggaran sebesar Rp. 346.393.282.443,61 dengan efisiensi anggaran sebesar Rp. 49.942.467.189,65 − 

Ada pula, untuk tender yang bersumber dari dana DAK ada 63 paket dengan pagu anggaran
Rp. 108.450.659.250 dengan realisasi anggaran Rp. 93.471.657.373,45 dengan efisiensi
anggaran Rp. 15.145.506.293,23 − 

Sementara, sambung Rahmadin, juga ada  tender yang bersumber dari dana APBN ada 3 paket pagu anggaran
Rp. 1.044.721.200 dengan realisasi anggaran Rp. 992.136.600,00 dengan efisiensi anggaranRp. 52.584.600,- 

Sedangkan, tender Batal, sambung Rahmadin, ada sebanyak 23 paket terdiri dari 8 paket konstruksi, 9 paket konsultansi dan 6 paket arang dengan nilai Rp.15.674.330.485. 

Baca juga: Anggaran Refocusing 2020 Tersisa Rp 30 Miliar, DPRD Banjarbaru Minta Dimaksimalkan untuk Masyarakat

"Dari 23 tender yang batal itu, tiga di antaranya adalah, Kajian Pengembangan Jalan Menuju Ibukota Negara Baru Rp. 1.000.000.000,00 (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), kedua, yakni Pembangunan Laboratorium Kultur Jaringan Rp. 1.458.869.725,00 (Balai Perbenihan Tanaman Hutan), dan ketiga yakni
ada Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Roda 4 (empat) Rp. 532.000.000,00
(Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah), " urainya. 

Dari data yang ada, karena adanya refocusing sendiri dalam dua tahun terakhir, paket tender yang terlaksana memang menurun. Pada 2019 misalnya, ada 400 paket terlaksana. Kemudian, 2020 turun jadi 315 paket dan 2021 hingga September baru 265 paket. (Banjarmasinpost.co.id /Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved