Breaking News:

Serambi Mekkah

35 Tahun Kelola Pondok Pesantren Berbudaya Lingkungan Hidup, Ulama Banjar Ini Raih Kalpataru 2021

Pemimpin Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Kabupaten Banjar, KH Zarkasyi Hasbi, mendapat penghargaan Kalpataru 2021

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Hari Widodo
MC Pemkab Banjar
Pemimpin Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Kabupaten Banjar, KH Zarkasyi Hasbi,meraih penghargaan Kalpataru 2021. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -  Pemimpin Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Kabupaten Banjar, KH Zarkasyi Hasbi, mendapat penghargaan Kalpataru 2021. Ini adalah penghargaan tertinggi nasional bagi penyelamat lingkungan. 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar menyerahkan piala Kalpataru 2021 kategori Pembina Lingkungan kepada KH Zarkasyi Hasbi di Auditorium Dr Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (14/10/2021). 

KH Zarkasyi Hasbi didaulat sebagai pembina lingkungan yang berjasa melestarikan fungsi lingkungan hidup di sekitar lingkungan pondok pesantren Darul Hijrah. 

Sejak 35 tahun lalu atau tepatnya pada 1986 lalu, KH Zarkasyi Hasbi mendirikan pondok pesantren Darul Hijrah dan menjadikannya sebagai pondok pesantren yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup. 

Kiprahnya juga berhasil merehabilitasi dan memanfaatkan lahan terlantar dengan budidaya ikan patin dan tanaman buah produktif. 

Pemimpin Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Kabupaten Banjar, KH Zarkasyi Hasbi, mendapat penghargaan Kalpataru 2021.
Pemimpin Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Kabupaten Banjar, KH Zarkasyi Hasbi, mendapat penghargaan Kalpataru 2021. (MC Pemkab Banjar)

Kehadiran mampu melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar pesantren untuk berbudaya ramah lingkungan. 

Akhirnya pada  2008 lalu, Pondok Pesantren Darul Hijrah berhasil mewujudkan eco-pesantren.

KH Zarkasyi Hasbi sendiri tidak pernah membayangkan bakal menerima Kalpataru 2021. Itu karena niat awal saat pertama kali mendirikan pondok pesantren Darul Hijrah hanya bermanfaat bagi umat. 

Meskipun diakui untuk menjadi seperti sekarang banyak perjuangan yang harus dilalui, terlebih kondisi di sekitar pesantren yang dipimpinnya saat awal berdiri berada di tengah hutan, banyak binatang liar, akses jalan setapak, keterbatasan dana hingga keterbatasan SDM.

“Lingkungan Pondok juga memiliki tekstur tanah yang keras, berbatu dan berongga, sering karhutla, sumber air terbatas dan hanya mengandalkan sumur gali lalu kering ketika kemarau,” ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved