Breaking News:

Tajuk

Basmi Pinjol Ilegal

Pinjol dengan syarat mudah itu biasanya ciri dari pinjol ilegal, orang yang menawarkan pinjol ilegal seperti ini sejatinya lintah darat

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - TANPA permisi, pesan singkat masuk ke Hp. Nomor hp tanpa nama itu menawarkan pinjaman online (pinjol). Isi pesan sangat memikat.
Menawarkan proses pencairan mudah. Hanya menggunakan data pribadi untuk jaminan, uang pinjaman pun cair.

Hati-hati dengan penawaran pinjol seperti ini. Pinjol dengan syarat sangat mudah itu biasanya salah satu ciri dari pinjol ilegal.

Orang yang menawarkan pinjol ilegal seperti ini sejatinya lintah darat. Menawarkan madu di awal, racun di akhir.

Sayangnya tidak semua orang menyikapi penawaran pinjol dengan hati-hati. Bagi orang yang punya uang dan masih punya akal sehat, tentu memiliki kewaspadaan tingkat tinggi.

Mereka tidak begitu saja tertarik dengan pinjol tersebut. Bahkan akan bertindak; menghapus SMS atau memblokir nomor Hp si pengirim SMS.

Beda dengan responsnya orang yang tidak punya uang atau orang membutuhkan uang dengan segera. Kewaspadaan sangat lemah.

Dia tidak mempertimbangkan lagi apakah itu pinjol ilegal atau tidak. Malah bisa menganggap tawaran pinjol bisa menjadi solusi.

Solusi yang mereka harapkan sebenarnya lingkaran masalah yang berujung. Mereka termakan terbujuk rayu pinjol ilegal pada akhirnya akan terbebani dengan bunga dan denda yang mencekik.

Pinjamannya hanya Rp 10 juta tapi dengan total bunga jadi menumpuk hingga Rp 500 juta.

Tidak hanya terbebani bunga dan denda, tapi juga bisa berakhir dengan hilangnya nyawa. Ini karena sistem penagihannya mengguna cara yang tidak manusiawi.

Seperti yang dialami ERP (23). Warga Jember ini nekat bunuh diri karena tidak kuat lagi menghadapi teror penagih utang pinjol.

Berdasarkan penyelidikan polisi, ERP diduga kerap mendapat teror yang tidak manusiawi dari para penagih utang pinjol.

Teror biasanya dilakukan dengan ancaman akan mempermalukan korban dengan mengumumkan utangnya ke kontak yang ada di ponselnya.

Orang yang seperti ERP ini banyak, tapi mereka tidak sampai bunuh diri.

Dari catatan Polri, hingga Oktober 2021, pihaknya menerima sebanyak 370 laporan terkait kejahatan pinjol ilegal.

Dari jumlah itu, 91 diantaranya telah selesai, 278 proses penyelidikan dan tiga tahap penyidikan.

Karena keberadaan pinjol online sudah meminta nyawa, kita pun sangat mendukung upaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindak tegas penyelenggara pinjol ilegal yang telah merugikan masyarakat.

Mudahan-mudahan ‘umur’ membasmi pinjol ilegal ini tidak hanya dalam hitungan bulan, tapi berlaku untuk selama. Selama pinjol llegal masih ada dan mengincar mangsanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved