Breaking News:

Berita Banjarbaru

Ibu di Kemuning Banjarbaru Diajarkan Cara yang Benar Membuat MPASI

Dalam pertemuan, para ibu diajarkan tekstur makanan yang baik bagi anak dan juga tips dan trik menghadapi anak ketika sedang dalam fase malas makan.

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
Nita Pujianto untuk BPost
sosialisasi pemberian MPASI yang benar kepada kelompok ibu di Kelurahan Kemuning Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Masih banyaknya pemahaman yang keliru dalam pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) membuat tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat mengumpulkan kelompok ibu di pinggiran Sungai Kemuning Banjarbaru Selatan untuk memberikan pemahaman akan pemberian MPASI yang benar

Bahkan kini ibu dengan mudah dan praktisnya hanya memberikan susu sebagai pengganti makanan padat pada anak yang enggan makan.

"Susu kurang baik untuk pencernaan anak, yang baik adalah memberikan makanan. Saat ini banyaknya anak yang enggan makan dan kemudian hanya diberikan susu oleh orangtuanya. Padahal hanya memberikan susu dapat membuat anak terkena penyakit diare," papar anggota Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalsel, Rasmayana, Rabu (13/10/2021).

Meski di era modern, menurut Rasma masih banyak ibu yang kurang perhatian dengan makanan yang diberikan kepada anaknya yang berusia 6 bulan.

Baca juga: Pemusnahan Narkoba di Polres Banjarbaru, Sabu dan Ekstasi di Blender Lalu Dimasukan ke Toilet

Baca juga: Resmikan Kantor Sekretariat MUI Banjarbaru, Sekda Berharap Kinerja MUI Meningkat

Padahal di usia tersebut anak sudah diajarkan untuk makan makanan sebagai pendamping ASI.

"Kurangnya pengetahuan yang tepat dalam mengolah MPASI ini dapat menyebabkan anak menderita penyakit yang disebabkan kurang terpenuhinya gizi yang cukup. MPASI merupakan hal penting yang harus diperhatikan karena diberikan dalam masa seribu hari pertama kehidupan, dimulai dari dalam kandungan sampai ia berumur dua tahun, dan ini merupakan masa-masa pertumbuhan emas anak," jelasnya.

Dalam pertemuan, para ibu diajarkan tekstur makanan yang baik bagi anak dan juga tips dan trik menghadapi anak ketika sedang dalam fase malas makan.

Sementara anggota tim pengabdian masyarakat PSKM ULM, Nita Pujianti meminta agar para ibu agar dapat memberikan obat kepada anak dengan cara yang nyaman.

Termasuk suplemen penambah nafsu makan anak.

Baca juga: Pemkab Tabalong Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya

Jelas Nita memberikan obat dengan cara yang membuat anak takut dapat menimbulkan trauma minum obat pada anak.

Akibatnya justru akan berkepanjangan dan membuat anak takut minum obat hingga seterusnya.

"Orangtua bisa memberikan obat dari pinggir mulut, tanpa langsung dari tengah mulutnya, cara ini digunakan untuk mengurangi kemungkinan anak tersedak akibat meminum obat. Ketika anak merasa nyaman dan orangtua dapat memberikan obat dengan cara yang benar, maka obat dapat terminum dengan baik oleh anak," tambahnya.

Kegiatan program kemitraan masyarakat edukasi dan praktik itu berlangsung kurang lebih selama satu setengah jam yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Kemuning, Windu Tri Wigati dan 15 orang ibu dari RT 23 Kemuning.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved