Breaking News:

Suka Duka Relawan di Banjarmasin

Kisah Relawan di Banjarmasin Evakuasi Mayat di Lumpur, Baju Tak Cukup Dicuci Deterjen dan Pewangi

Karena medan evakuasi yang cukup sulit, maka mau tak mau interaksi dengan mayat sebelum berhasil diangkat pun cukup lama.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Eka Dinayanti
Tangkap layar dari video kiriman Dayat 101 Gasbud Utara untuk Bpost
Karena medan evakuasi yang cukup sulit, maka mau tak mau interaksi dengan mayat sebelum berhasil diangkat pun cukup lama 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu cerita perihal evakuasi mayat yang cukup menarik perhatian datang dari Budi, relawan Banua Rescue.

Beberapa waktu silam, kala mengevakuasi mayat yang membusuk terendam di lumpur dan terlilit semak di Kawasan Gatot Subroto Banjarmasin, ia mengalami hal tak terduga.

"Kalau mayat yang meninggal berhari-hari dan membusuk, itu baunya pasti akan menempel di baju dan badan kita," cerita Budi.

Karena medan evakuasi yang cukup sulit, maka mau tak mau interaksi dengan mayat sebelum berhasil diangkat pun cukup lama.

Baca juga: Kisah Relawan di Banjarmasin, Tak Risih Lagi Cium Bau Busuk Mayat

Baca juga: Pertama Kali Evakuasi Mayat, Relawan dari Banjarmasin ini Mandi pun Tak Berkedip

"Baunya masih menempel di baju saya, hingga sekarang," katanya.

Padahal, satu buah detergen ukuran besar plus pewangi pakaian ukuran jumbo sudah digunakan untuk mencuci baju tersebut berkali-kali.

"Tetap baunya nggak hilang, sampai sekarang, bajunya pun nggak pernah saya pakai lagi," ucapnya.

Meski hal tersebut ia alami, namun tekadnya menjadi salah satu relawan yang membantu mengevakuasi mayat tidak kendor sama sekali.

Justru setiap cerita yang ia miliki menjadi kebanggaan tersendiri di mana ia bisa menolong orang banyak.

Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved