Breaking News:

Suka Duka Relawan di Banjarmasin

Kisah Relawan di Banjarmasin, Tak Risih Lagi Cium Bau Busuk Mayat

Para relawan yang tergabung dalam emergency di Kota Banjarmasin menjadi 'garda terdepan' saat mengevakuasi mayat.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Eka Dinayanti
Foto istimewa Alay untuk Bpost
Salah satu relawan emergency dan mayat seorang wanita yang meninggal dunia di Hotel Swiss Bell di Kamar Jenazah RSUD Ulin, Rabu (13/10/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selalu ada banyak cerita di balik sosok relawan yang tergabung dalam emergency di Kota Banjarmasin.

Tak melulu tentang memadamkan api atau menolong korban kecelakaan di jalan raya, sosok-sosok ini juga turut menjadi 'garda terdepan' saat mengevakuasi mayat.

Ya, mayat yang ditemukan meninggal dunia di rumah mereka, membusuk lantaran beberapa hari tak terlihat batang hidungnya.

Atau tubuh membengkak yang mengapung di perairan kota Banjarmasin lantaran jadi korban tenggelam.

Baca juga: Jadi Buruan Pehobi Ikan Hias di Kalsel, Ikan Guppy Berekor Indah Dibanderol Jutaan Rupiah

Baca juga: Jadi Primadona Baru di Tapin, Jenis Sayuran Hidroponik Lebih Dominan dari Buah-buahan

Mereka lah yang 'bertugas' mengangkat tubuh-tubuh korban tersebut menggunakan kantung mayat ke mobil ambulans, menuju kamar jenazah.

Tak jarang dari mereka sudah tak risih lagi dengan bau busuk yang keluar dari tubuh si mayit.

Dengan tergesa berjalan mengangkat kantung mayat menuju mobil ambulans.

Setelah selesai, kadang mereka sibuk mengunyah makanan di sekitar kamar jenazah, tanpa terganggu dengan aroma mayit yang mungkin masih menempel di baju masing-masing.

"Sudah terbiasa, jadi santai saja," katanya.

Berikut beberapa cerita relawan emergency yang ada di kota Banjarmasin saat bertugas mengevakuasi mayat dan serba-serbinya.

 Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved