Breaking News:

Berita Nasional

Moeldoko Mengaku Dicecar 20 Pertanyaan, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik oleh Peneliti ICW

Moeldoko memenuhi panggilan polisi sebagai saksi pelapor untuk pemeriksaan atas tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal bisnis Ivermectin

tribunnews.com
Moeldoko diperiksa bareskrim Mabes Polri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus dugaan pencemaran nama baik, dan penghinaan oleh dua peneliti ICW terhadap Kepala Staf Presiden, Moeldoko berlanjut.

Moeldoko pun memenuhi panggilan polisi sebagai saksi pelapor untuk pemeriksaan atas tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal bisnis Ivermectin, di Bareskrim Polri, Selasa (12/10/2021).

Moeldoko mengaku dicecar 20 pertanyaan terkait laporan yang ia buat. Di antaranya ditanyai soal barang bukti. Adapun dua peneliti yang dilaporkannya yakni Egi Primayoga dan Miftahul Huda.

Baca juga: BPOM Temukan 4 Pelanggaran, Bos Pabrik Ivermectin Setuju Setop Produksi & Tarik Ivermax12 di Pasaran

Baca juga: Nasib Brigadir NP yang Banting Pendemo di Tigaraksa, Terancam Sanksi Pimpinan Meski Sudah Dimaafkan

"Semuanya sudah saya jawab. Seperti apa yang saya menghadapi situasi itu," kata Moeldoko dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (13/10/2021). Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Moeldoko Dicecar 20 Pertanyaan saat Pemeriksaan Terkait Kasus Tuduhan Bisnis Ivermectin.

Lebih lanjut Moeldoko menuturkan, sebagai warga negara yang baik, ia akan mengikuti aturan dan standar yang telah ditetapkan oleh kepolisian.

Sebelumnya, diberitakan Tribunnews.com Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko masih belum berpikir memilih jalur damai.

Untuk menyelesaikan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan dua peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Egi Primayogha dan Miftahul Huda.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat memimpin rapat koordinasi dengan delapan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) tentang pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di Gedung Bina Graha , Jakarta, Selasa (19/1/2021).
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat memimpin rapat koordinasi dengan delapan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) tentang pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di Gedung Bina Graha , Jakarta, Selasa (19/1/2021). (ISTIMEWA)

Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, menyebutkan kleinnya belum berencana untuk mencabut laporan polisi terhadap kedua peneliti ICW tersebut.

Apalagi keduanya juga belum diperiksa polisi terkait dugaan pencemaran nama baik.

"Kita kan melapor. Karena kita yang melapor tentunya kita nggak ada pemikiran seperti itu ya kan."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved