Breaking News:

Berita Tanahlaut

Nelayan Desa Muarakintap Tala Khawatir Ancaman Gelombang Besar, Satu Rumah Rusak Diterjang Ombak

Nelayan Desa Muarakintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala) Kalsel, kembali diliputi kekhawatiran menyusul adanya gelombang besar laut wilayah setempat.

Penulis: Idda Royani | Editor: Syaiful Akhyar
istimewa/AB
RUSAK - Beginilah kondisi rumah Kani, warga Muarakintap, yang rusak berat akibat terjangan ombak, Rabu (13/10/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Nelayan Desa Muarakintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala) Kalsel, kembali diliputi kekhawatiran menyusul adanya gelombang besar laut wilayah setempat.

Data dihimpun banjarmasinpost.co.id, Kamis (14/10/2021), setidaknya sudah ada satu rumah warga Muarakintap yang rusak berat akibat terjangan gelombang pada Rabu (13/10/2021) kemarin.

Rumah berkonstruksi kayu tersebut milik Kani, warga RT 1/1. Sebagian dinding rumah lelaki tua berusia sekitar 65 tahun tersebut jebol. Bagian atapnya juga tidak ada lagi.

"Benar, ada satu rumah warga kami yang rusak berat kena hantam ombak," sebut Yuliadi, kades Muarakintap.

Baca juga: KPK Masih Berada di Tabalong, Lanjutkan Pemeriksaan Kasus OTT HSU

Baca juga: BREAKING NEWS : Desa Bawahan Pasar Kabupaten Banjar Geger Pria Bersajam Ngamuk, 1 Tewas 2 Terluka

Baca juga: Tahan Dulu, Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian 14 Oktober 2021 Naik Tipis

Ia menuturkan data sementara memang hanya satu rumah yang rusak berat terdampak gelombang. Pihaknya telah menyarankan si pemilik rumah (Kani) untuk hijrah ke rumah sanak kerabat terutama saat malam.

"Kasian rumahnya rusak, sementara penghasilannya juga pas-pasan. Beliau cuma tinggal berdua dengan satu anak laki-lakinya yang masih remaja," sebutnya.

Yuliadi menerangkan sebenarnya saat ini belum musim gelombang besar karena masih pada kondisi pancaroba hendak memasuki musim Barat (gelombang besar).

Rumah warganya tersebut memang berada di area rawan karena persis di pesisir pantai. Ada tiga lingkungan rukun tetangga (RT) yang berada di pesisir pantai yakni RT 1, 2 dan 11.

Jumlah rumah di wilayah RT 1 dan 11 sekitar 40 unit. "Kalau di RT 2 tidak begitu banyak, hanya ada beberapa rumah," sebut Yuliasi.

Lebih lanjut ia menyebutkan sejak sekitar setengah bulan lalu ada proyek pengerjaan siring pantai di wilayah rawan tersebut. Bentang panjangnya sekitar 300 meter.

Dikatakannya, penyiringan menggunakan batu besar yang ditumpuk di pesisir pantai. Saat ini masih berlangsung pengerjaannya, waktu pelaksanannya sekitar tiga bulan.

" Mudah-mudhaan selesai tepat waktu sehingga bisa segera berfungsi mengurangi terjangan gelombang besar pada musim Barat nanti, tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved