Breaking News:

Berita Banjarmasin

Pembebasan Lahan Pembangunan Jembatan HKSN Banjarmasin Belum Beres, 3 Rumah Ini Belum Dibongkar

Pembebasan lahan terkait dengan pengerjaan Jembatan HKSN oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin rupanya belum juga tuntas.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Beberapa rumah masih berdiri di dekat proyek pengerjaan Jembatan HKSN, Kamis (14/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pembebasan lahan terkait dengan pengerjaan Jembatan HKSN oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin rupanya belum juga tuntas.

Pasalnya beberapa lahan atau persil milik warga khususnya yang berada Jalan Kuin Selatan masih belum mencapai kesepakatan.

Berdasarkan pantauan banjarmasinpost.co.id di lokasi, setidaknya ada tiga rumah milik warga yang belum dibongkar. Sementara di sekitarnya sudah banyak yang dibongkar.

Adapun rumah yang belum dibongkar ini berupa rumah pribadi kemudian rumah pribadi beserta toko, dan satu lagi adalah berupa bedakan empat pintu.

Baca juga: Dialihkan untuk Penyelesaian Jembatan HKSN, Revitalisasi Sungai Belasung Kembali Tertunda

Baca juga: Proyek Pembangunan Jembatan HKSN Banjarmasin Dilanjutkan, Warga Mulai Bongkar Sendiri Bangunannya

Baca juga: Mati Mesin Saat Naiki Jembatan HKSN, Mobil Pikap Ini Terguling di Tepi Sungai Kuin Banjarmasin Barat

Belum beresnya pembebasan tiga persil ini pun tentunya akan berimbas juga pada proses pengerjaan Jembatan HKSN.

Apalagi lokasi rumah warga ini sendiri masuk area pembangunan jembatan. Sementara kontraktor dijadwalkan harus menyelesaikan kontrak kerja pada Desember 2021.

Anak dari salah satu pemilik lahan, Arifuddin menerangkan bahwa pihaknya berharap harga disesuaikan, terlebih di rumah orangtuanya tersebut ada toko yang menjadi usaha keluarga sejak puluhan tahun lalu.

Dijelaskan oleh Arif bahwa persil milik orangtuanya ini ditaksir dengan harga sekitar Rp 550 juta, sedangkan keluarga berharap nilainya bisa lebih tinggi yakni sekitar Rp 900 juta lebih.

"Kalau dengan harga yang ada kami tidak dapat lagi membeli rumah di pinggir jalan seperti ini, apalagi ada toko juga," katanya.

Arif menerangkan bahwa pihaknya pun sebenarnya ingin membuka negosiasi dengan Pemko Banjarmasin khususnya melalui instansi terkait.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved