Breaking News:

Berita Tapin

Penutupan Jalan Hauling Desa Suato Tatakan Tapin Tuai Reaksi, Petugas Amankan Protes Massa

Aksi penutupan jalan di Desa Suato Tatakan Tapin dikarenakan tanah yang dilintasi truk batu bara adalah milik PT. TCT dengan luas 16 meter x 125.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/stan
Pengamanan situasi penutupan jalan Hauling Di Desa Suato Tatakan, Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Aksi penutupan jalan Hauling oleh PT TCT di Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin menuai reaksi masyarakat dan para pemilik kode.

Hal ini disampaikan seorang pemilik kode, H. Novarin saat ditemui Banjarmasinpost.co.id di sela-sela aksi penutupan jalan Hauling tersebut.

H. Nova mengatakan tindakan yang dilakukan oleh PT. TCT ini sangat merugikan mereka sebagai pengusaha dan selaku masyarakat.

"Sebetulnya dikomunikasikan dengan baik dan duduk sama-sama untuk mencari solusi bukan malah menutup jalan karena yang terdampak kita sebagai masyarakat," sesalnya, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Tutup Jalan Hauling Batubara di Suato Tatakan Tapin, PT TCT Cegat 200 Unit Truk

Baca juga: Turun dari Pick Up, Pria Amuntai Ini Berjalan Lemas Lalu Meninggal di Depan Rumah Warga Tapin

Ia berharap aksi seperti ini secepatnya ditanggapi oleh pihak management dari kedua belah pihak agar tidak berlarut-larut dan akhirnya menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti yang disampaikan Kuasa Hukum PT. TCT, Sandy Nova, S.H, aksi penutupan jalan ini dikarenakan tanah yang dilintasi truk batu bara milik PT. TCT dengan luas 16 meter x 125.

Permasalahan ini sejak tahun 2010 sementara pihaknya mengakui ada bukti hak milik dalam SPPF nomor 140.1/025/SPPF/S.Ttkn / 1/2012 atas nama, Suparmin.

Baca juga: KPK Masih Berada di Tabalong, Lanjutkan Pemeriksaan Kasus OTT HSU

Baca juga: Pemkab Tabalong Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya

Sementara itu, Legal Land Aquetation Supertendent PT Antang Gunung Meratus, Christian Samuel mengatakan terkait legalitas tanah, PT AGM sudah ada sejak tahun 2010, sehingga PT Antang Gunung Meratus memiliki dasar hukum yang sangat jelas dalam menjalankan operasi pengangkutan batu bara.

Menanggapi kisruh tersebut, Kanit Dua Subdit Waster PAM Obvit Polda Kalsel, Kompol Rokhim S mengatakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena berkaitan dengan masyarakat, pihaknya akan melakukan pengamanan 24 jam bekerjasama dengan pihak Polres Tapin.

Ditambahkan Kabag Ops Polres Tapin, AKP Faisal Amri Nasution, selama masih ada aksi penutupan jalan ini, pihaknya akan tetap melakukan pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved