Breaking News:

Suka Duka Relawan di Banjarmasin

Pertama Kali Evakuasi Mayat, Relawan dari Banjarmasin ini Mandi pun Tak Berkedip

Seorang relawan 01 Gasbud Induk, mengaku 'khatam' dengan segala hal tentang mayat, namun saat pertama kali bertugas, pria itu mengalami mimpi buruk

Penulis: Noor Masrida | Editor: Eka Dinayanti
Tangkap layar dari video kiriman Dayat 101 Gasbud Utara untuk Bpost
Para relawan melakukan evakuasi mayat yang tenggelam beberapa waktu silam 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di balik kata "sudah terbiasa" bertemu dengan mayat yang meninggalnya tak wajar, tentu selalu ada permulaan di mana seorang relawan merasa takut bahkan hingga terbawa mimpi.

Meski kini Isan (51) salah seorang relawan 01 Gasbud Induk, mengaku sudah 'khatam' dengan segala hal tentang mayat, namun kurang lebih 14 tahun silam, saat pertama kali bertugas, pria itu mengatakan sampai mengalami mimpi buruk.

"Dulu ingat sekali saat bertugas di Perairan Taboneo, saat itu mau evakuasi mayat yang ditemukan di antara pohon-pohon bakau, sudah membusuk," cerita Isan.

Baca juga: Kisah Relawan di Banjarmasin, Tak Risih Lagi Cium Bau Busuk Mayat

"Saat itulah pertama kali menghadapi mayat, matanya melotot, dan awal-awal kepikiran sekali, bahkan sampai terbawa mimpi, bayangkan, pas mandi pun kalau bisa nggak usah memejamkan mata, melek aja, takut kalo sosok itu ada di sekitar kita," tutupnya.

Hal serupa dialami pula oleh Herman (20), di mana saat pertama kali mengevakuasi mayat orang tenggelam, ia juga sempat bergidik ngeri.

"Saat itu takut saja, gimana kalau dia tiba-tiba ada di sekitar? Kalau ngikutin kita," ucap anggota Gasbud tersebut.

Banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved