Breaking News:

BTalk

BTalk- Pemimpin Ponpes Darul Hijrah KH Zarkasyi Penerima Kalpataru 2021, Gerakan Cinta Lingkungan

mimpin Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Kabupaten Banjar, KH Zarkasyi Hasbi, mendapat penghargaan lingkungan Kalpataru 2021.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Bupati Banjar H Saidi Mansyur (kiri) bersama KH Zarkasyi Hasbi (kanan pakai peci) penerima penghargaan Kalpataru 2021. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pemimpin Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Kabupaten Banjar, KH Zarkasyi Hasbi, mendapat penghargaan lingkungan Kalpataru 2021.

KH Zarkasyi mendelegasikan Ustadz Haji Ahmad Maidi, penanggungjawab program Kalpataru dan Kampung Iklim di kawasan Pondok Pesantren Darul Hijrah, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, berbagi dalam Program BTalk-Banjarmasin Bicara Apa Saja, Jumat (15/10/2021).

Perbincangan dipandu Jurnalis Banjarmasin Post, Nia Kurniawan, ini akan ditayangkan secara langsung di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online dan diterbitkan dalam edisi cetak Banjarmasin Post serta di portal  banjarmasinpost.co.id.

Berikut petikan wawancaranya.

Singkat saja, bagaimana ceritanya KH Zarkasyi Hasbi hingga meraih penghargaan Kalpataru 2021?

Awalnya, Boyke W Triesriyanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar sebagai pengusul nominasi peraih Kalpataru 2021. KH Zarkasyi Hasbi mempersilakan saja diusulkan sebagai nominator peraih penghargaan Kalpataru 2021.

Kata tuan guru KH Zarkasyi Hasbi apa yang selama ini yang diperbuatnya hanya berharap rida Allah SWT.

Adapun orang lain yang menilai kegiatannya selama ini, bukan diniatkan untuk meraih penghargaan Kalpataru.

Pembangunan kawasan Pondok Pesantren Darul Hijrah di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, dirintis KH Jarkasyi Hasby pada 1986 lalu.

Dahulunya kawasan Pondok Pesantren Darul Hijrah merupakan lahan keras, berbatu dan berongga, lahan tidur yang selalu terbakar setiap tiba musim kemarau, hanya dihuni 2 kepala keluarga. Padahal lahan itu seluas 15 hektare.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved