Breaking News:

Tajuk

Apresiasi Sepadan

Perlu evaluasi besar-besaran terhadap pengurus cabang olahraga, pelatih dan atlet, KONI serta Dinas Pemuda Olahraga

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - HASIL jelek bahkan buruk didapat kontingen Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, 2-15 Oktober 2021.

Dari target 14 medali emas, hanya empat keping yang dibawa pulang. Masing-masing dua dari arena gulat, satu tinju putri dan satu biliar perseorangan putra.

Perolehan itu merupakan yang terendah dalam lima PON terakhir atau sepanjang 20 tahun. Lebih jeblok dibanding PON 2012 di Riau yang beroleh lima emas.

Perlu evaluasi besar-besaran terhadap pengurus cabang olahraga, pelatih dan atlet, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Dinas Pemuda Olahraga (Dispora).

Tak bisa sekadar menyimak alasan kegagalan dari mereka kemudian memberikan permakluman.

Terlebih pada cabang olahraga yang gagal total karena persoalan mendasar dan cenderung konyol, yakni sudah berada di venue namun didiskualifikasi lantaran si atlet kelebihan berat saat menjalani timbang badan.

Bagaimana bisa terjadi? Apa pun argumennya, sulit diterima! Karena PON merupakan event istimewa. Ajang terbesar dan paling bergengsi di Tanah Air.

Jadi perlakuannya harus berbeda dibanding kejuaraan nasional (kejurnas).

Selain itu, perlu introspeksi dari semua pihak terkait dan rasa malu atas kegagalan ini. Bila patut diberi semacam punisment berupa tak dikasih dana untuk mengikuti kejurnas selama beberapa waktu.

Hal lain yang wajib dituntaskan adalah persoalan dualisme kepengurusan dan kubu-kubuan yang terjadi pada beberapa cabang olahraga.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved