Hujan Meteor

Saksikan Puncak Hujan Meteor Minggu Ini, Ada Meteor Epsilon Geminid dan Orinoid

Fenomena astronomi bulan Oktober 2021 minggu ketiga ini ada puncak hujan Meteor Epsilon Geminid dan puncak hujan Meteor Orionid.

Daniel McVey
Hujan meteor Orinoid pada 21 Oktober 2012 seperti diabadikan astrofotografer Daniel McVey. Saksikan Puncak Hujan Meteor Minggu Ini, Ada Meteor Epsilon Geminid dan Orinoid 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Saksikan fenomena astronomi bulan Oktober 2021 minggu ketiga ini. Pada momen ini akan ada puncak hujan Meteor Epsilon Geminid'> Meteor Epsilon Geminid dan puncak hujan Meteor Orionid.

Agar bisa menyaksikan fenomena alam yang menakjubkan itu, simak waktu terjadinya puncak hujan meteor, berikut ini.

Diketahui, puncak hujan Meteor Epsilon Geminid'> Meteor Epsilon Geminid terjadi pada 18-19 Oktober 2021. Sedangkan puncak hujan Meteor Orionid pada 21-22 Oktober 2021.

Menariknya, fenomena alam ini bisa disaksikan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Seperti disampaikan Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang.

Baca juga: Peneliti LAPAN: Arid, Hujan Meteor Terbungsu di Awal Oktober 2021

Baca juga: Viral Foto Meteor Jatuh di Gunung Merapi, Juga Pernah Jatuh di Lampung, Bali dan Tapanuli Tengah

Andi mengatakan, kedua fenomena ini dapat disaksikan di Indonesia sejak pukul 23.00 waktu setempat.

Lantas apa perbedaan dari dua fenomena hujan meteor tersebut? Demikian penjelasannya dilansir Kompas.com.

Hujan meteor Geminid
Hujan meteor Geminid (Huffington Post)

Andi menjelaskan perbedaan hujan meteor Epsilon Geminid dan Orinoid, tersebut di antaranya pada titik radiannya.

Titik radian adalah titik kemunculan hujan meteor.

Pada titik radian meteor Epsilon Germinid berada di dekat bintang epsilon geminorium di konstelasi gemini. Sementara meteor Orinoid berada di dekat konstelasi orion.

Perbedaan yang kedua adalah sumber terjadinya meteor Epsilon Geminid dan Orinoid.

“Epsilon Geminid berasal dari sisa debu komet C/1964 N1 (Ikeya) sedangkan Orionid dari sisa debu komet Halley,” ujarnya dihubungi Kompas.com, Minggu (17/10/2021).

Selanjutnya, perbedaan ketiga menurut Andi adalah masa aktif dan puncak intensitas maksimumnya.

Menurutnya Epsilon Geminid aktif sejak 14-27 Oktober 2021 dengan puncak pada 19 Oktober pagi Waktu Indonesia Barat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved