Breaking News:

Berita HST

Belum Semua Siswa Divaksin, SMAN 2 Barabai Tetap Gelar PTM, Ini Alasan Sekolah

Meski baru beberapa siswa yang sudah divaksin, namun SMAN 2 Barabai tetap menggelar PTM dengan prokes

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
istimewa
SMAN 2 Barabai Tetap Gelar PTM walau belum semua siswanya divaksin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Selain SMKN 1 Barabai yang menjadi sekolah percontohan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), SMAN 2 Barabai juga sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel.

Berbeda dengan SMKN 1 yang menunda PTM karena masih menunggu siswanya divaksin, SMA di Kecamatan Labuanamas Selatan (LAS) tersebut tetap menggelar PTM.

“Kami sudah menggelar PTM dengan sistem mengurangi separuh siswa dalam satu ruang kelas. Biasanya 30 menjadi 15 orang. Selain itu kegiatan belajar baru dilaksanakan Senin sampai Kamis karena masih masa penyesuaian,”kata Wakil Kepsek SMAN 2 Barabai, Heriyadi yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Selasa (19/10/2021).

Mengenai siswa yang divaksin, diakui baru beberapa siswa yang sudah mendapatkan vaksin.

Baca juga: Keberatan Swab Antigen Jadi Syarat PTM SMA/SMK Wajib , Komisi IV DPRD Kalsel Protes Keras Disdik

Baca juga: PTM SMA SMK Digelar Senin, Kadisdikbud Kalsel Minta Sekolah Tak Masuk Piloting Lakukan Persiapan

Baca juga: PTM SMA SMK Dimulai 4 Oktober, Ini 30 Sekolah Piloting di Kalsel

“Kami sudah mendata siswa yang bersedia divaksin. Semuanya tak ada yang menolak, termasuk para orantua siswa,sangat mendukung. Hanya saja, ketersediaan vaksin dari pemeritah sendiri terbatas. Kami sudah mendaftarkan para siswa melalui Polsek LAS. Jika vaksinnya tersedia, Polsek akan memfasilitasi,”katnya.

Belum tersedianya vaksin dan tidak adanya kepastian kapan vaksinasi untuk siswa bisa diberikan, kata Heriyadi membuat pihak sekolah memutuskan PTM, namun dengan penerapan prokes yang ketat.

“Jadi prinsipkami teteap PTM, sambil tetap menunggu ketersediaan vaksin,”tambahnya.

Disebutkan, para siswa sangat senang ketika sekolah menggelar PTM, karena satu setengah tahun lebih masa pandemi covid-19 mereka hanya belajar secara daring atau online.

“Saat pertama masuk sekolah lagi, kami melakukan jajak pendapat apakah lebih suka belajar secara online atau tatap muka. Hampir seratus  siswa mengatakan merasa nyaman belajar tatap muka, dengan alasan lebih mudah menyimak dan memahami pelajaran jika langsung bertemu guru,”kata Heriyadi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved