Breaking News:

Berita HST

Dapat Bantuan WC dari Dinkes, Warga Labunganak HST Bingung Tak Punya Dana Bikin Dinding Penutup

Warga Labunganak HST Bingung Tak Punya Dana Bikin Dinding Penutup untuk wc bantuan dari Dinas Kesehatan HST

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Warga Desa Labunganak untuk BPost
   Warga Desa Labunganak, Kecamatan Batangalai Utara, HST bergotong royong memasang septic tank  untuk membangun WC bantuan DInkes HST dalam rangka program stop bebas buang air besar sembarangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI-Desa Labunganak Kecamatan Batangalai Utara (Batara) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ditetapkan sebagai desa Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan.

Untuk menuntaskan program tersebut, Dinas Kesehatan HST pun memberikan bantuan untuk membangun WC, bagi warga tersisa yang belum memiliki WC.

Aparat Desa Labunganak. Arpani, kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (20/10/2021) menjelaskan, ada 15 keluarga yang mendapat bantuan tersebut.

Bantuan berupa bahan material pasir dan semen, closet, pipa serta setic tank. Namun, bantuan tersebut belum mencukupi untuk membangun dinding serta atap WC.

Baca juga: Butuh Sarana Pendukung, Guru SD Kecil Sawang Balangan Usulkan Bangun Rumah Dinas dan Perbaikan WC

Baca juga: Bikin Jembatan Alternatif ke Wali Lima, Warga Tunggul Irang Rakit Jamban Apung di Sungai Martapura

Untuk upah juga tidak ada, dan diserahkan ke masing-masibg penerima bantuan menyelesaikan pembangunan sendiri.

Warga berharap kalau bisa Dinas terkait membantu membangunkan dinding. Sebab mereka yang menerima bantuan belum punya dana untuk penyelesaian bangunannya.

“Sementara closed yang sudah terpasang  diberi dinding seadanya dulu,”kata Arpani.

DIjelaskan, selama ini warga ingin meninggalkan kebiasaan BAB di sungai yang dibangun jamban di atasnya.

Kesadaran untuk menjaga lingkungan dan pencemaran sungai pun sudah tumbuh.

Diharapkan, seiring dibangunnya WC di masing-masing rumah warga, tak ada lagi bangunan jamban di atas sungai sehingga Labunganak benar-benar bebas jamban.

Baca juga: Belasan Jamban Apung Desa di Wilayah Martapura Sudah Dieksekusi, Tinggal Segini Sisanya

Menurut Arpani, jumlah warga mendapat bantuan program ODF tersebut adalah mereka yang selama ini kesulitan dana membangun WC.

“Jika tidak ada anggaran penyelesaian bangunannya di Dinkes, mungkin Dinas Lain bisa menganggarka, seperti Dinas Perkim atau PUPR,”harapnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved