Berita Balangan
Pertumbuhan Ekonomi Balangan Alami Terjun Bebas di Tahun 2020
Tahun 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Balangan mengalami penurunan secara drastis.
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Pada tahun 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Balangan mengalami penurunan secara drastis.
Berdasarkan data grafik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Balangan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Balangan sempat berada pada angka -2,47 persen.
Dimana pada tahun 2019, berada pada posisi lebih dari tiga persen.
Data pertumbuhan ekonomi tersebut ditampilkan dalam periode lima tahun terakhir, yakni sejak tahun 2016 hingga tahun 2020.
Pada posisi tahun 2016 sampai 2019, selalu ada peningkatan, namun pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi tersebut terjun bebas.
Baca juga: Sempat di Level 1, Balangan Kini Kembali Terapkan PPKM Level 3
Baca juga: Jelang Presiden Jokowi ke Banjarmasin, Ratusan Personel TNI/Polri Lakukan Persiapan Pengamanan
Kepala BPS Kabupaten Balangan, Deddy Winarno menerangkan, pada tahun 2010 hingga 2019, Kabupaten Balangan, bahkan Kalsel, mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif. Sementara tahun 2020, terjadi resesi ekonomi.
"Keduanya mengalami terjun bebas. Pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi atau tumbuh negatif," jelas Deddy, Rabu (20/10/2021).
"Kabupaten Balangan lebih besar negatifnya dibandingkan Kalsel. Artinya ekonominya lebih terpukul," tambahnya.
Pada tahun 2020 ucap Deddy, pandemi Covid 19 sudah mulai menghantam.
Hampir semua sektor mengalami kelesuan.
Pada awal tahun 2019, semua kabupaten atau kota dan provinsi mengalami pertumbuhan ekonomi positif.
Kemudian saat pandemi melanda, semuanya mengalami resesi ekonomi.
Sebut Deddy, kondisi penurunan juga karena ekonomi Balangan sangat bertumpu pada sektor pertambangan.
Terdata, lebih dari separuh ekonomi atau 58,91 persen disumbang oleh sektor tambang tahun 2020.
Namun pandemi tentu menjadi pengaruh besar.
Pasalnya, banyak terjadi lockdown pada beberapa negara tujuan ekspor batubara.
Sehingga permintaan turun dan produksi batubara juga turun.
Tahun 2021, BPS rupanya juga telah membaca perkembangan ekonomi di Balangan.
Sebut Deddy, dilihat dari fenomena negara tujuan ekspor yang sudah mulai reda untuk penanganan Covid 19, serta sedang gencar memenuhi kecukupan energi listrik, pangsa pasar batu bara pun semakin bagus.
Bahkan harga batu bara di pasar dunia semakin meroket, tembus pada angka 200 USS permetrik ton.
"Berdasarkan data itu, pertumbuhan ekonomi di Balangan akan kembali positif dan lepas dari resesi ekonomi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Deddy juga menginformasikan tentang indikator untuk untuk mengetahui perkembangan ekonomi suatu wilayah.
Satu di antaranya melihat data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Baca juga: Ilona Promosikan Pulau Curiak Batola di Ajang Pemilihan Puteri Remaja Indonesia
Baca juga: Penilaian Aset Kolam Renang Tanahlaut Tak Kunjung Dilakukan, Begini Penjelasan Dispora
Dari data itu ucap Deddy, bisa dilihat kekuatan ekonomi suatu wilayah, struktur ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan indikator lainnya.
Deddy menjelaskan, PDRB Kabupaten Balangan tahun 2020 sebesar 10,7 T (atas dasar harga berlaku), sedangkan Kalsel sebesar Rp 180,6 T.
Ia menggambarkan, dilihat dari sudut pandang provinsi, kekuatan ekonomi Kalsel ditopang oleh wilayah Banjarmasin sebanyak 18 persen, Kotabaru 13 persen dan Tanah Bumbu, 11 persen.
Sedangkan yang terkecil kontribusinya adalah Kabupaten HSU sebanyak tiga persen.
Sementara Balangan menyumbang hanya enam persen.
Tentunya pada masa itu ucap Deddy, seluruh wilayah masih mengalami pertumbuhan ekonomi positif, yang kemudian, adanya pandemi, membuat terjadinya pertumbuhan ekonomi negatif.
(banjarmasinpost,co.id/isti rohayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepala-bps-kabupaten-balangan-deddy-winarno.jpg)