Breaking News:

Berita HST

WC Bantuan dari Dinkes HST Bersifat Stimulan, Masyarakat Selesaikan Sendiri Bangunannya

Warga Desa Labunganak dapat bantuan berupa WC dari Dinkes HST untuk percepatan status Desa ODF atau stop bebas buang air besar sembarangan (BABS).

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
APARAT DESA LABUNGANAK
Salah satu jamban di Desa Labunganak, Kecamatan Batangalai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), diangkat ke darat dan kemudian digantikan WC keluarga, Jumat (16/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melaksanakan program bantuan berupa closet, pipa, pasair, kawat, semen dan gorong-gorong untuk membangun WC.

Itu merupakan bangian dari percepatan status Desa ODF (Open Defecation Free) atau setop bebas buang air besar sembarangan (BABS).

Salah satu program tersebut dilaksanakan di Desa Labunganak, Kecamatan Batangalai Utara (Batara), Kabupaten HST, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan HST Ani Zuraida, saat dikonfirmasi, Rabu (20/10/2021), terkait harapan warga agar diberikan bantuan untuk menyelesaikan seluruh bangunan plus upah tukang, mengatakan, tidak ada anggaran untuk itu. Sebab, bantuan bersifat stimulan.

Pemberian bahan bangunan sebagai pemicu masyarakat agar mau membangun WC di rumah masing-masing.

Baca juga: Dapat Bantuan WC dari Dinkes, Warga Labunganak HST Bingung Tak Punya Dana Bikin Dinding Penutup

Baca juga: Pelajar SMA/SMK di HST Belum Divaksin, Dinkes Akui Persediaan Terbatas

“Sedangkan masyarakat sendiri berkontribusi untuk tenaga serta tambahan membangun senidiri dinding dan atap. Jadi untuk bantuan lain penyelesaiannya kami tidak ada Kerjasama dengan pihak atau dinas lain,” kata Ani.

Dijelaskan, di DInkes ada program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan lima pilar dengan tujuan memberdayakan masyarakat dalam pelaksanaannya.

Lima pilar tersebut, setop BABS, pengelolaan miniman dan makanan rumah tangga,  pengelolaan air limbah rumah tangga.

Pemberdayaan dengan metode pemicuan  pada pilar satu, lanjut Ani, Dinkes memberikan edukasi cara membuat WC dengan bagian tengah dan bawah closet leher angsa dan septitc tank dengan membimbing masyarakat membangun sendiri atau bergotong royong.

“Jadi, pemberian bahan bangunan hanya secagai stimulant untuk percepatan mencapai status desa ODF,” pungkasnya.

Baca juga: Terekam Kamera Mesum di Terminal Pantai Hambawang HST, Video Remaja Sejoli Beredar Luas

Baca juga: VIDEO Kecelakaan di Kalsel, Truk Tercebur di Bawah Jembatan Sungai Rangas Kabupaten HST

Sebelumnya, pihak Puskesmas Ilung bersama Forkpimcam saat Jumat (16/10/2021) melakukan verifikasi ODF di Desa Labunganak.

Itu dalam rangka menuju Desa Sehat, Kecamatan Sehat dan Kabupaten Sehat. Kegiatan dihadiri Sekcam, pejabat Puskesmas, Koramil, Polsek, Kepala Desa dan staf, pengurus RT dan warga.

Pada kegiatan itu, juga dilakukan pengangkatan salah satu jamban di atas sungai secara gotong royong dan selanjutnya diletakkan di darat.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved