Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

BI Kalsel Optimis Ekonomi Kalsel Surplus Hingga Akhir Tahun

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Amanlison Sembiring optimis ekonomi Kalsel akan surplus hingga akhir tahun 2021.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda
Suasana vaksinasi di halaman Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021) 

BANJARMASINBPOST, BANJARBARU - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Amanlison Sembiring optimis ekonomi Kalsel akan surplus hingga akhir tahun 2021.

"Kami yakin ekonomi akan surplus di Kalsel. Hal ini terlihat dari sektor perekonoman sudah menggeliat setelah PPKM mulai dilonggarkan," kata Amanlison Sembiring di sela acara Vaksinasi kepada warga Kalsel termasuk tukang ojek dan supir driver ojek online di halaman kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel kemari.

Apalagi, sambung Amanlison Sembiring, objek wisata sudah sebagian mulai dibuka dan Mall sudah buka dibatasi operasional.

Meskipun begitu, masyarakat diminta tetap waspada, dan tetap lakukan vaksin guna wujudkan kekebalan komunal (herd immunity) yang lebih cepat.

Baca juga: Pemkab HSS Targetkan Capai Vaksinasi 70 Persen Pada Akhir Tahun 2021

Baca juga: Dua Bulan Lagi, Presiden Jokowi Beri Target Cakupan Vaksinasi Kalsel 70 Persen Hingga Akhir 2021

Baca juga: Menteri PUPR Harap IPA Pinus Bisa Dirampungkan, Wali Kota Banjarbaru Aditya Ucap Syukur

"Termasuk kegiatan yang kami sediakan sebanyak 750 vaksin Pfizer yang disiapkan dan disuntikkan kepada warga. Ini adalah kali kelima BI melakukan vaksinasi massal di Kalsel. Tujuannya untuk mempercepat vaksinasi," kata dia.

Sementara, dikutip dari Rilis bank Indonesia, Jakarta, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan ekonomi Indonesia triwulan III-2021 tumbuh hingga lima persen dan pada triwulan IV-2021 tumbuh 4,5 persen. Bos BI yakin ekonomi tumbuh seiring perbaikan beberapa indikator.

"Tentu saja ini akan terus kami pertimbangkan juga perkembangan-perkembangan selanjutnya," kata Perry Warjiyo dalam keterangan Pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan, yang diterima BPost, Kamis (21/10/2021).

Dengan demikian, Gubernur BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 dapat mencapai rentang 3,5 persen sampai dengan 4,3 persen.

Pada periode Agustus hingga awal September 2021, aktivitas ekonomi domestik memang berangsur membaik, setelah mengalami perlambatan pada Juli 2021.

Menurut Perry, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kembali membaiknya mobilitas masyarakat sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas sebagai dampak respons penanganan COVID-19 yang semakin baik.

"Perbaikan tercermin pada kinerja berbagai indikator dini, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, serta transaksi pembayaran melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Real Time Gross Settlement (RTGS) yang kembali meningkat," urainya. .

Di sisi eksternal, ia menilai kinerja ekspor terus meningkat didukung oleh tetap kuatnya permintaan mitra dagang utama.

Ke depan, perbaikan ekonomi diperkirakan terus berlanjut sejalan dengan akselerasi vaksinasi, kinerja ekpor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

(banjarmasinpost/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved